Alasan Utama Ahok Emoh Tinggal di Rumah Dinas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gebenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Wakil Gebenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan alasannya menolak menempati rumah dinas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Faktor keluarga menjadi alasan utamanya.

    "Keluarga saya punya banyak kegiatan di sana (Pluit), jauhlah," kata pria yang akrab disapa Ahok itu saat hendak meninggalkan Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2013.

    Ahok dikritik para anggota DPRD DKI Jakarta lantaran tidak mengikuti Instruksi Gubernur Nomor 150 Tahun 2013 (Baca:Ahok Ogah Naik Angkutan,Jokowi: Kan Masih Transisi). Ahok diminta menempati rumah dinasnya agar bisa menjalankan instruksi gubernur tersebut. (Baca: Biar Bisa Gowes, Ahok Disarankan Huni Rumah Dinas)

    Ahok mengungkapkan, dia masih suka menyempatkan diri ke rumah dinasnya untuk beristirahat saat jalanan di Ibu Kota macet parah. "Kami pulang ke sana kalau lagi macet," ucap mantan Bupati Belitung Timur itu.

    Ahok menambahkan, dalam soal fasilitas, rumah dinasnya lebih bagus daripada rumah pribadinya. Namun, politikus Gerindra itu lebih senang tinggal di rumah pribadinya di kompleks perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara. (Baca:Ahok: Tak Ada Gunanya Lihat Saya Macet-macetan)

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.