Begini Konsep Depo MRT Lebak Bulus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar proyek pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase I, Lebak Bulus-Bundaran HI saat diresmikan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (2/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gambar proyek pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase I, Lebak Bulus-Bundaran HI saat diresmikan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (2/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Depo mass rapid transit (MRT) DKI Jakarta di Lebak Bulus, Jakarta Selatan nantinya akan terkoneksi dengan moda angkutan umum lainnya. Dengan begitu, depo seluas 10 hektare ini tidak sekadar menjadi bengkel MRT.

    "Semua moda mulai dari Transjakarta hingga angkutan umum akan terintegrasi," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami ketika dihubungi pada Rabu, 8 Januari 2014. Bahkan ada bagian yang nantinya dikembangkan sebagai perkantoran.

    Sebab, kawasan di sekitar MRT akan memiliki nilai jual lebih. Konsep pengembangan ini dikenal dengan istilah transit-oriented development (TOD). Jadi, pendapatan MRT tidak sekadar mengandalkan penjualan tiket.

    Dalam gambar skema yang diperoleh Tempo, depo Lebak Bulus ini akan memiliki tujuh bangunan utama. Yaitu, bengkel kereta dan tempat pemberhentian taksi di lantai paling bawah. Bangunan paling bawah ini sejajar dengan Jalan Pasar Jumat.

    Di atasnya, ada Stasiun MRT Lebak Bulus, interkoneksi Transjakarta, dan interkoneksi angkutan umum. Kemudian, lantai paling atas adalah atrium dan kawasan komersial.

    Di bagian gedung terpisah, rencananya akan dibangun perkantoran dan hunian. Selain itu, akan disediakan park and ride sehingga warga nyaman.

    Pembangunan depo MRT ini dikerjakan oleh konsorsium Tokyu dan Wijaya Karya. Targetnya, pada 2015 mendatang, depo yang mampu menampung 90 unit gerbong kereta ini selesai dibangun.

    SYAILENDRA

    Terkait:
    Polisi Dukung Terminal Lebak Bulus Ditutup

    Bus di Lebak Bulus Tak Lagi Bayar Retribusi

    Terminal Lebak Bulus Ditutup Pertengahan Januari

    Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Tergenang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.