Alasan Ahok Tak Perpanjang Siaga Banjir Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok). TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan tidak akan memperpanjang status siaga banjir. Menurut dia, menurut prakiraan cuaca bulan ini, intensitas curah hujan sudah berkurang. "Tidak, karena menurut laporan dan prakiraan cuaca, awan sudah bergeser ke arah timur," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 10 Februari 2014. "Sehingga status siaga banjir tidak kami perpanjang."

    Selain karena pergerakan awan, Ahok melanjutkan, sistem pengelolaan pintu air di Jakarta sudah makin tertata. Ahok mencontohkan, Pintu Air Manggarai akan selalu dibuka untuk menurunkan debit air sewaktu hujan. "Kami akan menurunkan debit air di Manggarai sampai di bawah 700 sentimeter."

    Masa siaga banjir yang berlaku pada 12 Januari memang akan segera berakhir, tepatnya pada 12 Februari 2014. Bertentangan dengan pendapat Ahok, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, justru mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta agar status siaga darurat banjir diperpanjang.

    Sebab, menurut Sutopo, banjir Jakarta 2014 ini berbeda dengan banjir Januari 2013. Tahun ini intensitas curah hujan lebih rendah, tapi hujan turun beberapa kali. Sedangkan tahun lalu hujan hanya sekali tapi berintensitas tinggi. (Baca: Banjir Jakarta, 24 Ribu Orang Terkena Penyakit)

    REZA ADITYA

    Berita Lainnya:
    Busway Baru Jokowi dari Cina Barang Bekas?  
    Arsenal Kalah, Wenger Jatuh Terpeleset  
    Ratusan Permintaan Cina, KPK Hanya Minta Anggoro  
    Tidur Bareng Model, Giroud Tumpul Lawan Liverpool
    Soal Usman Harun, Panglima TNI Batal ke Singapura
    Suami Dikelilingi Aktris, Airin Cuma Senyum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.