Ahok: Warga Lebih Takut Denda daripada Mati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebutkan warga Jakarta lebih takut kehilangan uang dibanding nyawa. Buktinya, kata dia, masih banyak para pelanggar lalu lintas di jalanan Ibu Kota. (Baca:Ibu Hamil Tewas Akibat Suami Hindari Razia)

    "Kelihatannya masyarakat lupa mati, kalau didenda Rp 750 ribu baru langsung takut," kata Ahok--sapaan akrab Basuki--di Kapuk Muara, Selasa, 11 Februari 2014. Menurut dia, penjatuhan denda akibat tidak patuh pada peraturan lebih ditakuti masyarakat dibanding ancaman kematian. "Banyak kecelakaan di lintasan kereta api, harus ada penegakan hukum yang tegas."

    Ahok mengusulkan agar para pelanggar lalu lintas bisa ditilang di tempat. "Tilang biru Rp 750 ribu," katanya. Musababnya, menurut Ahok, jumlah hakim di Indonesia tidak memadai untuk menyidang para pelanggar. "Tak perlu sidang lewat hakim, kalau enggak puas, baru ke hakim." (Baca: Polisi Tilang 18 Motor di Jalan Layang Casablanca)

    Ahok juga mengungkapkan keinginannya menegaskan aturan mengenai lahan di bantaran sungai yang disewakan oleh oknum tertentu. "Kami akan kejar pajak penghasilan mereka," katanya.

    NINIS CHAIRUNNISA



    Berita Lainnya:
    Siapa Diduga Selewengkan Dana Haji?  
    Soal Usman-Harun, Menteri Singapura Menolak Lupa
    Mengapa Ribuan Yahudi Ingin Bermigrasi ke Spanyol?
    Lebih Murah, Fahd Marahi Peserta Tender Alquran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.