Rekayasa Cuaca Akan Dihentikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilot menerbangkan pesawat Hercules dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (28/1). Operasi TMC yang dilakukan sejak Sabtu (26/1) ini, bertujuan untuk mendistribusikan dan mengurangi curah hujan di Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    Pilot menerbangkan pesawat Hercules dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (28/1). Operasi TMC yang dilakukan sejak Sabtu (26/1) ini, bertujuan untuk mendistribusikan dan mengurangi curah hujan di Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO , Jakarta - Status siaga darurat banjir Jakarta sejak 12 Januari 2014 akan berakhir pada 12 Februari 2014 besok. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah menyatakan tidak akan memperpanjang status siaga banjir Jakarta.

    Tidak diperpanjangnya status siaga darurat banjir ini membuat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau rekayasa cuaca yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) dan TNI Angkatan Darat juga dihentikan.

    "Karena status siaga daruratnya tidak diperpanjang oleh Gubernur, maka TMC akan dihentikan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada Tempo, Selasa, 11 Februari 2014.

    Sutopo menjelaskan penanganan pengungsi dan pengerahan TNI serta Polri juga akan dihentikan. "Karena tidak ada payung hukum pelaksanaan kegiatan tersebut," ujarnya. "Jadi, Pemda DKI harus menangani semuanya dengan APBD DKI."

    Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Tri Handoko Seto mengatakan masih akan melakukan modifikasi cuaca pada Rabu, 12 Februari 2014. "Ya memang kalau status siaga daruratnya berakhir, modifikasi cuaca juga berakhir, kata Tri. "Tapi kami masih menunggu keputusan Gubernur karena masyarakan perlu tahu, tidak tiba-tiba kami berhenti melakukan TMC," ucapnya.

    Hari ini, Selasa, 11 Februari 2014, BPPT menyemai 1 ton garam (NaCl) di daerah Selat Sunda dengan pesawat Cassa. "Satu penerbangan karena gumpalan awan di Selat Sunda berkurang. Kalau memungkinkan ada pertumbuhan awan, kami akan semai satu ton lagi," ujarnya. Menurut Tri, berdasarkan pantauan radar cuaca selama sepekan ke depan, hujan akan berkurang intensitanya menjadi ringan. "Dari kemarin hingga sepekan ke depan memang curah hujannya sudah tidak terlalu berat."

    Rekayasa cuaca ini sudah berlangsung sejak 14 Januari 2014. Hingga hari ini, total sebanyak 160 ton garam (NaCLl) sudah disemai untuk mengurangi hujan dan menurunkannya lebih cepat di laut. Tri mengklaim rekayasa cuaca telah berhasil mengurangi hujan di Jakarta sekitar 30 persen lebih. "Kalau hujan pada malam itu memang kami tidak bisa menyemai, tapi untuk curah hujan siang hari selama ini berkurang 30 persen lebih," kata Tri.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita lain:
    Dana Haji Diduga Dipakai Beli Mobil Pejabat
    Mengapa Bos Sritex Lukminto Masuk Islam?
    Pembuatan Akte Lahir, KTP, dan KK Kini Gratis 
    Reaksi Anggito Saat Dilapori Korupsi Dana Haji


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.