Periksa Istri Jenderal, Polisi Mesti Profesional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suami terduga kasus penyekapan dan penganiayaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) Brigjen (Purn) Mangisi Situmorang (kiri) memberi penjelasan pada wartawan tentang berita penyekapan 17 PRT  di Bogor, Jabar, Sabtu (22/2). Brigjen (Purn) Mangisi Situmorang  membantah, isterinya  telah melakukan penyekapan dan penganiayaan PRT  dan siap dilakukan proses pemeriksaan oleh kepolisian Bogor untuk menuntaskan kasus  tersebut. ANTARA/Jafkhairi

    Suami terduga kasus penyekapan dan penganiayaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) Brigjen (Purn) Mangisi Situmorang (kiri) memberi penjelasan pada wartawan tentang berita penyekapan 17 PRT di Bogor, Jabar, Sabtu (22/2). Brigjen (Purn) Mangisi Situmorang membantah, isterinya telah melakukan penyekapan dan penganiayaan PRT dan siap dilakukan proses pemeriksaan oleh kepolisian Bogor untuk menuntaskan kasus tersebut. ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia meminta kepolisian bisa bersikap profesional dalam melakukan pemeriksaan kasus penganiayaan yang dilakukan Mutiara Situmorang, istri pensiunan Brigadir Jenderal Mangisi Situmorang, pagi ini. "Polisi harus bebas dari tekanan dan bersikap profesioal," kata Wakil Ketua KPAI Asrorum Niam saat dihubungi, Senin, 24 Februari 2014.

    Menurut Asrorum, berdasarkan hasil pantauan KPAI, patut diduga adanya kekerasan terhadap para pembantu rumah tangga itu. Selain itu, Mutiara terbukti memperkerjakan tiga anak di bawah umur. Sedangkan satu anak lainnya merupakan bayi yang lahir dari salah seorang pembantu.

    Karena itu, KPAI juga meminta polisi tetap mempertimbangkan prinsip perlindungan anak dalam proses penyelidikan. Selain kasus penganiayaan, KPAI juga mengindikasi adanya dugaan praktek perdagangan orang dalam kasus itu. Dugaan ini diperoleh dari keterangan bahwa ada anak yang dipekerjakan melalui makelar bernama Butet dari Pulogadung. (baca: 7 dari 16 Pembantu Istri Jenderal Masih di Bawah Umur)

    Sebelumnya, Mutiara dilaporkan ke Polres Bogor oleh pembantunya, YL, 17 tahun, atas dugaan penganiayaan. Mutiara dan Mangisi mempekerjakan 16 orang asisten rumah tangga di rumah mereka. Para pekerja rumah tangga itu sering tak diberi makan jika menurut sang nyonya melakukan kesalahan. Gaji para pekerja juga tak dibayar. Hari ini rencananya Kepolisian Resor Bogor Kota akan mulai memeriksa Mutiara.

    IRA GUSLINA SUFA

    Berita terkait
    Penganiayaan Pembantu, Istri Jenderal Diperiksa Senin
    Alasan Brigjen Mangisi Punya 16 Pembantu,
    16 Pembantu di Rumah Jenderal, Bagaimana Bagi Tugasnya? 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.