Samuel Bantah Kaburkan Identitas Anak Panti Asuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait bersama kepolisian mengevakuasi anak anak dan balita di Panti Asuhan Samuel, Gading Serpong Sektor 6, Blok GC, Kabupaten Tangerang (24/2). Sebanyak 12 dari 32 anak anak dan balita dievakuasi oleh Komnas PA karena adanya laporan dugaan penelantaran anak-anak di panti asuhan tersebut.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait bersama kepolisian mengevakuasi anak anak dan balita di Panti Asuhan Samuel, Gading Serpong Sektor 6, Blok GC, Kabupaten Tangerang (24/2). Sebanyak 12 dari 32 anak anak dan balita dievakuasi oleh Komnas PA karena adanya laporan dugaan penelantaran anak-anak di panti asuhan tersebut.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemilik Panti Asuhan Samuel membantah tuduhan bahwa dia sengaja menghilangkan identitas anak anak-panti di asuhan itu.

    "Tidak benar, anak anak di panti ini dilengkapi dengan identitas dan akte lahir," kata kuasa hukum Panti Asuhan Samuel, Roy Rening, kepada Tempo, Senin, 3 Februari 2014.

    Bantahan Roy ini terkait dengan tudingan Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait bahwa pemilik Samuel diduga menghilangkan identitas anak asuh. Anak-anak yang berada di panti asuhan tanpa akte lahir dan tidak diketahui asal-usulnya. "Ada dugaan penghilangan identitas dan itu adalah tindak pidana," kata Arist saat dihubungi Tempo, Sabtu, 1 Maret 2014.

    Menurut dia, anak-anak di panti asuhan yang beralamat di Sektor 6, Blok GC, Gading Serpong, Banten, itu berasal dari beragam latar belakang maupun suku yang belum diketahui siapa keluarga ataupun orang tuanya.

    Roy mengakui jika ada beberapa anak yang memang tidak memiliki akte lahir. Itu, kata dia, memang dilakukan atas permintaan orang tua anak yang bersangkutan." Yang perlu diketahui adalah sejarah dan asal-usul puluhan anak di panti asuhan itu berbeda-beda," katanya.

    Ada anak yang tidak memiliki identitas dan asal-usul orang tuanya disembunyikan atas permintaan orang tuanya sendiri. "Seperti ada anak yang lahir di luar nikah, oleh ibunya diserahkan ke Panti Samuel. Kami diminta untuk merahasiakan nama orang tuanya karena yang bersangkutan malu," kata Roy. (Baca: Anak-anak Panti Asuhan Samuel Dipindah ke Jakarta)

    Di sisi lain, ada anak lainnya yang diambil dan datang ke panti itu karena alasan ekonomi atau yatim piatu, semuanya dilengkapi dengan akte dan asal usul orang tua. Pemilik Panti Asuhan Samuel membawa data-data tersebut untuk diserahkan ke Polda Metro Jaya dalam pemeriksaan hari ini." Semua itu akan kami jelaskan dalam pemeriksaan hari ini," kata Roy.

    JONIANSYAH

    Berita Terpopuler
    Jokowi Sudah Curiga Bus Transjakarta Bermasalah
    Jokowi: Rp 1 Triliun untuk Kampung Deret 2014
    Jika Panti Samuel Kotor, Sandal yang 'Bicara'
    Perampok di Jembatan Penyeberangan DPR Ditangkap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.