Ahok Ingin Swasta Bangun Taman di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Suropati, Menteng, Jakarta. TEMPO/Subekti

    Taman Suropati, Menteng, Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin pihak swasta membangun taman di Jakarta. Alasannya, kata dia, agar penggunaan APBD dapat lebih dihemat dan digunakan untuk pembangunan lainnya.

    "Kita kasih swasta saja buat bangun taman," kata Ahok, panggilan akrab Basuki, saat meresmikan Taman Semanggi, Ahad, 9 Maret 2014. "Kami tak boleh menghabiskan uang masyarakat sembarangan."

    Menurut Ahok, untuk membangun satu taman, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa menghabiskan anggaran Rp 4-5 miliar. "Ini bentuk penghematan," katanya. Dari hasil penghematan ini, menurut Ahok, pemerintah DKI akan membangun ratusan rumah deret untuk mengubah permukiman kumuh di Jakarta. "Misalnya, satu rumah Rp 50 juta, dengan Rp 5 miliar bisa bangun 100 rumah deret."

    Adapun Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Nandar Sunandar mengatakan respons pihak swasta dalam pembangunan taman di Jakarta cukup baik. "Banyak penggalangan kemitraan yang sudah dilakukan," katanyaa.

    Menurut Nandar, saat ini pihaknya sedang menggalang kerja sama agar ruang terbuka hijau berupa taman dapat direvitalisasi dan pemerintah DKI bisa membangun taman tanpa menggunakan APBD. "Taman sudah ada, tapi kurang bagus," katanya. Dia menyatakan pembangunan taman akan terus dilakukan secara berlanjut hingga mencapai target RTH 30 persen.

    Salah satu taman yang telah dibangun oleh pihak swasta adalah Taman Semanggi di Jakarta Pusat. Taman yang berada di kawasan Jembatan Semanggi tersebut direvitalisasi oleh pihak swasta, yaitu Toyota Astra Motor. Menurut Presiden Direktur Toyota Astra Motor Johnny Darmawan, revitalisasi taman ini memakan biaya hingga Rp 6 miliar. Toyota Astra Motor selaku pembangun Taman Semanggi bertanggung jawab atas pemeliharaan taman ini hingga tiga tahun mendatang.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Topik terhangat:
    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Berita terpopuler lainnya:
    Tersangka Pembunuh Ade Sara Tertawa Saat Diperiksa, Pengacara Bingung
    Faisal Basri: Kesalahan Boediono, Mau Jadi Wapres
    Ternyata Ahok Bisa Disuap
    Ahok: Saya Punya Ambisi Jadi Presiden 
    Jokowi Maju, Gerindra: Ahok Korban Politik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.