Sabtu, 15 Desember 2018

DKI Ingin Beli Rumah Kumuh untuk Jadi Taman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  (kanan) pada peluncuran bus gandeng Scania Euro 6 berbahan bakar gas di Silang Monas Jakarta  (08/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (kanan) pada peluncuran bus gandeng Scania Euro 6 berbahan bakar gas di Silang Monas Jakarta (08/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengklaim bakal membuat program untuk memperbanyak taman. Salah satunya dengan membeli perumahan kumuh yang ada di Ibu Kota untuk dijadikan active park (taman aktif).

    "Kami membuat program agar rumah kumuh yang ada di gang-gang kecil dijadikan active park seperti Taman Tebet. Makanya kami mau beli rumah kumuh itu," kata Ahok, sapaan Basuki, dalam sambutannya di acara peluncuran Active Park di Taman Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, 15 Juni 2014.

    Active park merupakan taman yang menyediakan fasilitas olahraga, seperti outdoor gym, lapangan bulu tangkis, dan lainnya. Tahun ini program active park yang disponsori oleh PT Coca Cola Indonesia bakal dibuat di beberapa taman. Di antaranya, Taman Tebet, Taman Langsat, Taman Bumi, Taman Amir Hamzah, Taman Gandaria Tengah, Taman Gebang Sari, dan Taman Catlleya.

    Ahok mengatakan active park bisa memberi pilihan bagi warga untuk berolahraga. Selain bisa menikmati hijaunya taman, fasilitas olahraga juga membuat betah warga.

    Ia mencontohkan negara Tiongkok yang sudah menjadikan taman sebagai arena olahraga. "Di sini baru mau dimulai. Makanya, ayo berolahraga di taman biar sehat," ucapnya.

    Kendati begitu, ia berharap warga bisa menjaga taman. "Jangan buang sampah sembarangan. Jangan merokok juga. Nanti kami tindak yang merokok di taman," ucapnya.

    Di lain pihak, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan adanya active park menguntungkan warga. "Ini (taman) kan paru-paru kota. Kita bisa sehat juga dengan adanya fasilitas olahraga," ujarnya.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Terpopuler:
    Pengembangan 15 Subsektor Ekonomi Kreatif
    Nunun Nurbaetie Bebas dari Penjara
    Hal yang Membuat Anggun Kecewa di WMA 2014
    Nobar Piala Dunia di Bandung Tak Perlu Izin Polisi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.