Ahok Tolak Usulan UMP dari Forum Buruh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan dari kebangkitan Indonesia baru (KIB) memegang poster saat melakukan dukungan terhadap plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ahok) di depan Balai Kota, Jakarta, 12 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah relawan dari kebangkitan Indonesia baru (KIB) memegang poster saat melakukan dukungan terhadap plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ahok) di depan Balai Kota, Jakarta, 12 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan nilai Upah Minimum Provinsi 2015 yang diajukan forum buruh tak mungkin disetujui. Alasannya, nilai tersebut tak sesuai dengan perhitungan nilai kebutuhan hidup layak seorang pekerja lajang di Jakarta (baca juga: Buruh Tuntut Upah Rp 3,1 juta, Ahok Gemas).

    "Para buruh, kan, yang penting angkanya tinggi, sedangkan kami menggunakan rumus," kata Ahok di Balai Kota, Kamis, 13 November 2014.

    Ahok menuturkan nilai kebutuhan hidup layak yang disusun Pemerintah Provinsi DKI sudah mempertimbangkan beberapa kenaikan yang diprediksi bakal terjadi dalam waktu dekat. Komponen tersebut di antaranya kenaikan harga bahan bakar minyak, kebutuhan transportasi, dan penambahan nilai kebutuhan gizi.

    Pernyataan Ahok tersebut menanggapi buntunya sidang dewan pengupahan antara pengusaha dan forum buruh. Sidang akhirnya memutuskan mengusulkan dua nilai upah minimum provinsi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Forum buruh berkukuh mengajukan angka Rp 3.574.179,36, sedangkan unsur pengusaha mengusulkan Rp 2.693.764,40. Usulan pengusaha berasal dari nilai rata-rata usulan para buruh dan nilai kebutuhan hidup layak yang disepakati pada Kamis, 6 November 2014 (baca: Buntu, Dewan Pengupahan Usulkan Dua Opsi ke DKI). 

    Setidaknya, kata Ahok, kenaikan nilai Upah Minimum Provinsi 2015 hanya akan mencapai batas maksimal di angka Rp 2,7 juta. Nilai ini diambil setelah mempertimbangkan kesanggupan pengusaha di Ibu Kota. Ahok mengatakan segera menandatangani surat rekomendasi yang dikirimkan dewan pengupahan. "Saya akan menandatangani saat terima suratnya," ujar Ahok.

    LINDA HAIRANI

    Berita lain:
    Jusuf Kalla: Ah, FPI Selalu Begitu, Simbol Saja

    Jusuf Kalla: Kenaikan Harga BBM Akan Ditunda 

    Kuasa Hukum: Mana Buktinya FPI Rasis...  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.