Ahok Tugaskan Djarot Benahi Pasar Tradisional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Kebayoran, Jakarta, 5 Desember 2014. Kedatangan Djarot Saiful ini untuk berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi Jakarta sebelum ia resmi dilantik. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Kebayoran, Jakarta, 5 Desember 2014. Kedatangan Djarot Saiful ini untuk berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi Jakarta sebelum ia resmi dilantik. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku telah membagi tugas dengan calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. Salah satu tugas yang perlu dibereskan Djarot adalah membenahi pasar tradisional.

    "Saya harap Djarot bisa bereskan seluruh pasar tradisional," kata Ahok di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 Desember 2014.

    Djarot blusukan ke Pasar Santa di Jakarta Selatan pada Sabtu sore, 13 Desember 2014. Ia blusukan dengan ditemani Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

    Ahok menyebut Pasar Santa merupakan salah satu contoh pembenahan pasar yang berhasil. "Pasar Santa itu contoh anak-anak muda bisa mendapatkan kios murah. Setahun hanya Rp 3,5 juta," ujarnya.

    Walhasil, Pasar Santa pun berubah bentuk. "Di Jakarta, dagang apa pun bisa kaya. Yang repot itu yang pemula tidak punya lokasi. Makanya, ini mau membangun pasar rakyat," tuturnya.

    Ia pun mengimbau agar anak muda lebih kreatif. Ihwal tempat dagang, ujar dia, tak usah dihiraukan. "Tempat bisa disediakan oleh pemerintah," katanya.

    ERWAN HERMAWAN

    Baca juga:
    Inii 10 Cuitan yang Paling Banyak Di-Retweet 

    Islah Golkar, Apa Tawaran Kubu Agung Laksono?

    Longsor Banjarnegara, 3 Tewas dan 105 Rumah Hancur 

    Hitler Ubah Kumis, Ini alasannya  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.