Kebakaran di Tambora, Ibu dan Anak Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran dibantu warga melakukan pemadaman di kawasan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (7/3). TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas pemadam kebakaran dibantu warga melakukan pemadaman di kawasan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (7/3). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang tewas dalam kebakaran di kawasan padat penduduk di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat subuh, 19 Desember 2014. Keduanya, seorang ibu dan anaknya yang berusia 5 tahun, tewas setelah terjebak di tengah api yang melalap rumah mereka.

    Kepala Kepolisian Sektor Tambora Komisaris Dedy Tabrani mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00. Saat itu korban yang diketahui bernama Yati, 40 tahun, sedang memasak bersama seorang rekannya. Namun tiba-tiba tabung elpiji yg digunakannya meledak.

    "Api dengan cepat menyambar seisi rumah petakan dari kayu itu," kata Dedy. (Baca: Hingga September, 667 Kebakaran Melanda Jakarta)

    Yati bersama rekan dan anaknya, Teguh, 5 tahun, kemudian berusaha menyelamatkan diri. Mereka mencoba memanjat ke atap rumah melalui plafon di dapur. Diduga, Yati dan Teguh gagal memanjat plafon dan justru tertimpa atap yang terbuat dari kayu tersebut. "Sedangkan rekannya selamat," kata Dedy.

    Sebanyak 22 mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke tengah lokasi padat penduduk tersebut. Api baru bisa dipadamkan pada pukul 06.00, namun nyawa Yati dan Teguh tak bisa diselamatkan.

    Sebanyak 37 rumah petak ludes dilahap api pada pagi buta itu. Kini kawasan tersebut nyaris rata dengan tanah karena hanya tersisa puing-puing rumah bekas kebakaran.

    Warga korban kebakaran menumpuk harta-benda yang bisa diselamatkan, seperti televisi, kulkas, sofa, dan pakaian di pinggir Jalan Tubagus Angke. Lalu lintas pun tersendat karena banyaknya pengendara yang melambatkan kendaraan untuk melihat lokasi kebakaran.

    DIMAS SIREGAR

    Terpopuler
    Dihujat FPI Soal Natal, Jokowi Dibela Ketua NU
    Kisah Ahok dan Keluarga Saat Diancam Preman Pluit 
    Deddy Mizwar Pejabat Tajir, Punya Rekening Gendut
    Pilot Dimaki Dhani, Garuda: Baru Pertama Terjadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.