Tolak Mobil Dinas Baru, Djarot Justru Minta Motor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubenur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, saat melakukan penanaman pohon saat  bertemu warga di bantaran kali ciliwung, Pasar Minggu, Jakarta, Minggu 21 Desember 2014. Blusukan Djarot Syaiful Hidayat tersebut merupakan perdana setelah dilantiknya menjadi Wakil Gubenur dengan meninjau beberapa lokasi dibantaran kali ciliwung untuk melihat kesiapan warga menghadapi banjir. TEMPO/Dasril Roszandi.

    Wakil Gubenur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, saat melakukan penanaman pohon saat bertemu warga di bantaran kali ciliwung, Pasar Minggu, Jakarta, Minggu 21 Desember 2014. Blusukan Djarot Syaiful Hidayat tersebut merupakan perdana setelah dilantiknya menjadi Wakil Gubenur dengan meninjau beberapa lokasi dibantaran kali ciliwung untuk melihat kesiapan warga menghadapi banjir. TEMPO/Dasril Roszandi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menolak menggunakan anggaran daerah untuk membeli mobil dinas baru untuknya. Dia justru meminta dibelikan sepeda motor agar bisa digunakan blusukan. "Saya punya tim blusukan. Saya harus punya tim untuk turun ke lapangan," kata Djarot di kantornya, Senin, 22 Desember 2014.

    Djarot mengatakan sepeda motor itu akan digunakan saat ia dan timnya meninjau lokasi-lokasi tertentu. Sepeda motor itu nantinya disiapkan di lokasi yang sudah ditentukan. "Kalau saya ke sana, motor sudah di sana, baru aku turun," ujarnya. (Baca juga: Mulai Besok, Wagub Djarot Blusukan Naik Sepeda Motor)

    Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan Wakil Gubernur Djarot meminta disediakan lima sepeda motor. Kendaraan roda dua itu disiapkan saat blusukan dan saat lalu lintas macet. "Kalau macet, katanya mau pakai motor saja. Karena itu satu sepeda motor ditaruh di rumahnya," ujar Heru.

    Menurut Heru, Djarot menolak ketika akan dibelikan mobil dinas baru. Mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur, itu memilih menggunakan kendaraan dinas yang lama yaitu Toyota Land Cruiser. Lendaraan itu sebenarnya menjadi mobil cadangan yang digunakan saat kendaraan dinas Gubernur atau Wakil Gubernur bermasalah. (Baca juga: Blusukan ke Kampung Pulo, Djarot Tercengang)

    NUR ALFIYAH

    Berita lain:
    Faisal Basri: Premium Lebih Mahal dari Pertamax
    Jokowi Janjikan Eva Bande Bebas di Hari Ibu
    Jokowi Gampang Diobok-obok, Ini Sebabnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.