Tahun Baru Pesta Miras Oplosan, Warga Depok Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas satuan Industri Perdagangan Direktorat Kriminal Khusus (Satindag Dikrimsus) Polda Metro Jaya melakukan pengerebekan pembuatan miras oplosan di Pulogebang, Cakung Jakarta Timur, 16 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas satuan Industri Perdagangan Direktorat Kriminal Khusus (Satindag Dikrimsus) Polda Metro Jaya melakukan pengerebekan pembuatan miras oplosan di Pulogebang, Cakung Jakarta Timur, 16 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Depok - Tiga warga Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok meninggal dunia di RS Sentra Medika Depok pada Sabtu malam, 3 Januari 2015. Diduga ketiganya adalah korban minuman keras oplosan saat berpesta mabuk pada malam tahun baru.

    "Kasusnya masih diselidiki, sekarang ditangani Reskrim dan Polsek Cimanggis," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Depok, Komisaris Besar Ahmad Subarkah, Ahad, 4 Januari 2014.

    Tiga korban meninggal adalah Firman Ubaidillah, Zarkasih, dan Ahmad Zakaria. Sementara satu korban kritis masih dirawat di RS Sentra Medika bernama Fery Parhani, 23 tahun.

    Kepala Kepolisian Sektor Cimanggis Bambang Irianto mengatakan sampai saat ini mereka belum mengetahui jenis minuman keras yang dikonsumsi para korban. Soalnya, teman-teman korban mengaku tidak mengetahui saat korban melakukan pesta miras.

    "Kami sudah tanya teman-temannya, tapi tidak ada yang tahu," kata Bambang. Mereka berharap korban yang masih kritis bisa cepat pulih agar bisa memberikan keterangan.  (Baca juga: Jay Subiakto: Miras Oplosan Jadi Gaya Hidup)

    Bambang mengatakan, mereka tidak mau berspekulasi soal kejadian itu karena belum ada saksi yang membenarkan. "Miras oplosan itu masih dugaan," katanya. Menurut dia, bisa jadi para korban tersebut mendapatkan dan mengkonsumsi minuman keras itu di tempat lain. "Bisa jadi mereka minumnya di Puncak, tapi matinya di Depok."

    Bambang menjelaskan, para korban menenggak minuman itu pada malam pergantian 2014-2015. Ketika pulang ke rumah, empat orang warga Tapos itu langsung muntah-muntah. Akhirnya mereka dibawa ke RS Sentra Medika pada Sabtu. "Kami juga sudah mengkonfirmasi ke pihak keluarga, namun mereka tidak tahu mereka minum di mana," katanya. Menurut dia, keluarga korban juga telah mengikhlaskan kepergian anggota keluarganya sehingga tidak ingin memperpanjang masalah. "Mereka bilang musibah, nah kami mau ngapain kalau mereka enggak mau membantu."

    Meski begitu, kata Bambang, saat ini mereka masih menyelidiki kasus itu. Mereka berharap ada keterangan lebih jauh soal produsen minuman tersebut. "Tetap kami selidiki, anggota juga masih di lapangan," katanya. (Baca juga: 'Oplosan' jadi Lagu Dangdut Terpopuler 2014)

    ILHAM TIRTA

    Berita Lainnya:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.