Dua Target Gusuran di Jakarta 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga membongkar rumahnya sendiri sebelum dilakukan eksekusi penggusuran bangunan liar oleh satpol pp di Kali Angke, Jakarta Barat, 17 Desember 2014. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Seorang warga membongkar rumahnya sendiri sebelum dilakukan eksekusi penggusuran bangunan liar oleh satpol pp di Kali Angke, Jakarta Barat, 17 Desember 2014. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengatakan Pemerintah Provinsi DKI menargetkan beberapa lokasi di pinggir rel kereta akan bersih dari permukiman liar pada tahun ini. Penertiban tersebut, kata dia, bertujuan menambah ruang terbuka hijau dan menata wilayah tersebut. "Kami ingin hilangkan permukiman liar dari tepi rel," kata Kukuh saat dihubungi, Selasa, 6 Januari 2015.

    Kukuh menjelaskan penertiban tersebut sejalan dengan target Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta untuk membangun 50 ribu unit rumah susun sederhana sewa di Ibu Kota. Warga yang tinggal di tepi rel dan bantaran sungai akan direlokasi ke rumah susun yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI. (Baca: Tangerang Batal Tutup Lokalisasi di Dadap)

    Kukuh berujar, lokasi pertama yang akan ditertibkan yakni permukiman padat penduduk di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Permukiman ini harus dikembalikan pada kondisinya semula. Area 12 meter dari rel kereta harus steril dari aktivitas warga. Operasi penertiban akan dilakukan paling lambat akhir Januari ini. (Baca: Ahok Ubah Strategi Penggusuran)

    Lokasi kedua, menurut Kukuh, yakni permukiman di sekitar rel kereta di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia berujar, Pemerintah Provinsi DKI akan membangun jalan di ruas sepanjang lintasan rel Pasar Minggu-Kalibata hingga di depan kantor Badan Intelijen Negara di Jalan Seno Raya. (Baca: Ahok Mau Bayar Bangunan Liar yang Digusur jika...)

    Selain di tepi rel, Kukuh mengatakan, permukiman liar di bantaran sungai juga masih menjadi fokus penertiban. Menurut dia, permukiman di Kampung Pulo, pinggir Kali Mookervart, dan tepi Waduk Pluit juga harus bersih hingga akhir 2015. Untuk Kampung Pulo, penertiban dimulai dari perobohan ruko di sisi Jalan Jatinegara Barat sebagai lokasi masuknya backhoe untuk mengeruk sungai. (Baca: Ahok Klarifikasi Disebut Benci Orang Miskin)

    Ia berharap pembangunan rumah susun yang sedang berlangsung di beberapa titik bisa segera rampung. "Target penertiban sia-sia jika tak ada rusun yang siap menampung warga," ujar Kukuh. (Baca juga: Ignasius Jonan, Penggusur Paling Aktif pada 2014)

    LINDA HAIRANI

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Pemandu di Bus Wisata Curhat 'Kejamnya' Ahok 
    Misteri Slot Air Asia, Aroma Kongkalikong Menguat 
    Cari Air Asia, Prajurit Cantik Juga Kangen Pacar
    Isap Tiga Jenis Narkoba, Fariz RM Ditangkap Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.