Wagub Djarot Minta Rusun Dibangun 8 Lantai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menyapa burung peliharaannya kicauan usai bersilaturahmi dengan wartawan di rumah dinasnya di jalan Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menyapa burung peliharaannya kicauan usai bersilaturahmi dengan wartawan di rumah dinasnya di jalan Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus membangun rumah susun sewa untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat Jakarta. "Rusun akan tetap terus kami bangun. Tinggal cari lokasi yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal," ujar Djarot saat ditemui di gedung Wali Kota Jakarta Utara, Kamis, 15 Januari 2015.

    Banyaknya jumlah penduduk DKI, menurut Djarot, tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lahan untuk dijadikan tempat tinggal. Akibatnya, banyak warga, khususnya pendatang, yang memanfaatkan lahan-lahan seperti bantaran kali sebagai tempat tinggal. 

    Sejauh ini, pihak Pemprov DKI sudah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Perumahan Rakyat. Menurut dia, Kementerian sudah siap turut melakukan kerja sama pembangunan. (Baca: Djarot Semprot 7-Eleven Soal Perizinan.)

    Hal yang masih menjadi kendala, Kementerian hanya mampu membangun rusun dengan kapasitas tinggi bangunan empat lantai. Padahal, untuk ukuran Jakarta yang sudah minim lahan hunian, idealnya perlu satu bangunan rusun setinggi enam-delapan lantai. "Masalahnya, tanahnya susah dan mahal," ujar Djarot.

    Kamis lalu, Djarot mengunjungi tiga kantor wali kota di wilayah administrasi DKI Jakarta, yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Pertemuan Djarot dengan wali kota diadakan agar ada dialog langsung dari Pemprov DKI dengan kota. Koordinasi dan komunikasi perlu dibangun agar bisa menjaga kesamaan visi dan misi dalam membangun pemerintahan. "Pada kesempatan seperti ini, harusnya bapak-ibu bisa manfaatkan untuk mengeluarkan unek-unek. Mau kesal, marah, silakan," kata Djarot. (Baca: Djarot Blusukan ke Jakarta Timur, Apa Hasilnya?)

    AISHA SHAIDRA



    Berita Lain
    Mayra Hills, Pemilik Dada Terbesar di Dunia

    Kantor Pemberi Duit Anak Budi Gunawan Misterius

    Kasus Budi Gunawan: 3 Indikasi Jokowi Kurang Tegas

    Obat Pikun Ini Ada di Dapur Anda
      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.