Alat Peringatan Banjir Canggih, Warga Tak Paham

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satuan kepolisian melakukan penyelamatan warga yang terbawa arus kali ciliwung di Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Selasa, 13 Januari 2015. Simulasi ini dilatihkan, agar semua pihak siap ketika bencana banjir terjadi. TEMPO/Dasril Roszandi

    Satuan kepolisian melakukan penyelamatan warga yang terbawa arus kali ciliwung di Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Selasa, 13 Januari 2015. Simulasi ini dilatihkan, agar semua pihak siap ketika bencana banjir terjadi. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Warga RW 14, Kelurahan Bidara Cina, memiliki andalan baru untuk mengantisipasi meluapnya Kali Ciliwung. Kampung mereka kini terpasang early warning system (EWS) banjir yang berdiri sekitar 4 meter dari bantaran Kali Ciliwung.

    Wujud alat peringatan dini ini tak beda jauh dengan tiang listrik. Ditopang oleh tiang setinggi 10 meter, ada empat corong pengeras suara putih yang menggantung di puncaknya. Pada ketinggian 3 meter dari permukaan tanah, dua kotak mirip brankas uang menempel pada tiang. Kotak itu berfungsi menyuplai aliran listrik pada alat.

    "Kami belum tahu cara kerja alat ini," kata Muhamad Soleh, Wakil Ketua RW 14, di Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin, 9 Februari 2015.

    Soleh menambahkan, alat tersebut dipasang insinyur dari Jepang sekitar sepekan lalu. Namun mereka tak bisa menjelaskan cara kerja alat tersebut karena kendala bahasa. "Kami diminta tanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah agar paham sistem kerjanya," ujarnya.

    Bentuknya yang dilengkapi corong pengeras suara membuat Soleh menduga cara kerja alat peringatan dini ini mirip pengumuman yang datang dari menara surau.

    Bisa jadi, kata dia, ada pengumuman ketinggian permukaan air Kali Ciliwung yang datang dari pemerintah dan disampaikan lewat pengeras suara itu. "Bisa jadi juga cuma sirene yang muncul dari alat itu," katanya.

    Soleh memastikan alat itu tak punya kendali otomatis untuk memindai ketinggian muka air Kali Ciliwung. Buktinya, kata dia, air sungai sudah meluap hingga permukiman warga akibat intensitas hujan yang tinggi hari ini, tapi alat peringatan dini itu tak kunjung meraung-raung.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.