Derita Tepi Ciliwung dan Firasat Diterjang Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik rumah melihat rumah yang bolong akibat longsor yang bersamaan tumbangnya pohon di bantaran kali ciliwung, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Pemilik rumah melihat rumah yang bolong akibat longsor yang bersamaan tumbangnya pohon di bantaran kali ciliwung, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Intensitas hujan yang mengguyur Jakarta hari ini tak hanya menciptakan genangan air di hampir seluruh ruas jalan. Tapi, hujan yang turun sedari pagi membuat arus Kali Ciliwung makin deras dan menyebabkan tiga rumah rusak di RT 06 RW 01, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

    Rumah tersebut bisa dijangkau melalui gang sempit di Jalan Jatinegara Barat, sekitar lima meter sisi utara Terminal Kampung Melayu. Menyusuri gang-gang yang bahkan sepeda motor tak bisa melaluinya, rumah yang rusak diterjang banjir tepat berada di bibir sungai.

    Pemilik rumah, Roni Suryakumala, 65 tahun, menyebut sudah punya firasat rumahnya bakal ambruk sejak semalam. Kata dia, ubin rumahnya sudah bergetar saat arus Kali Ciliwung makin deras.

    Dia menambahkan dugaan bila rumahnya akan longsor makin menguat sejak pagi tadi. Maka, dia meminta istri, dua anak, dan dua cucunya mengungsi ke bidang tanah yang dirasa kokoh. "Akhirnya pukul 09.00, rumah saya ambruk semuanya dibawa arus," kata dia kepada Tempo, Senin, 9 Februari 2015.

    Kini rumah Ronny tak bersisa sepetak pun. Beton fondasi patah dan papan kayu yang semula menjadi landasan rumahnya menggantung menunggu terjun ke air sungai. "Kulkas, koper, dan dua televisi saya ikut jatuh ke sungai," ujarnya.

    Tak hanya rumahnya yang hancur, arus deras Kali Ciliwung juga menyebabkan pohon kapuk setinggi 20 meter di utara rumahnya tumbang. Pohon itu menimpa dua rumah tetangga Roni sehingga atap bangunan rusak parah. Namun, hanya rumah Roni yang tak bersisa.

    Camat Jatinegara Syofian Thaher mengatakan pemerintah akan mencari solusi bagi keluarga Roni karena rumahnya hancur dan tak bersisa. "Diungsikan ke rumah susun Cipinang Besar Selatan," dia menjelaskan.

    Hingga kini, tim dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran masih berada di lokasi untuk memotong pohon kapuk yang tumbang. Deru gergaji mesin membelah batang pohon berdiameter 1,5 meter itu. Ada juga dua personel yang bersiaga di perahu karet yang mengapung di permukaan Kali Ciliwung.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.