Puncak Banjir pada Dasarian 3 Februari, Apa Itu?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraaan bermotor nekat menerobos genangan banjir di depan Istana Merdeka, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Kendaraaan bermotor nekat menerobos genangan banjir di depan Istana Merdeka, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Ahli meteorologi dan geofisika Institut Teknologi Bandung, Armi Susandi, mengatakan puncak banjir akan terjadi pada dasarian 3 Februari 2015. Bahasa sederhananya, sepuluh hari ketiga pada Februari.

    "Pada dasarian tiga, hujan meluas dengan intensitas tinggi. Jadi banjir akan semakin meluas dan lebih tinggi ketimbang saat ini," katanya kepada Tempo, Senin, 9 Februari 2015.

    Menurut dia, masyarakat dan pemerintah harus waspada mulai dasarian kedua (sepuluh hari kedua) bulan Februari. Sebab, curah hujan di Depok akan semakin meningkat. "Jika hujan di Depok tinggi, akan mendorong banjir meluas di Ibu Kota karena banjir kiriman ini," ujarnya.

    Ia menuturkan karakter banjir tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada dasarian pertama Januari 2015, Ibu Kota telah diguyur hujan deras selama beberapa hari sehingga air terkonsentrasi. "Kejenuhan air sudah mencapai puncaknya. Akibatnya, saat ini hujan sedikit saja sudah banjir," ucapnya.

    Hujan saat ini terkonsentrasi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Keadaan ini, kata dia, diperparah tata guna lahan yang buruk di tiga wilayah tersebut. "Akibatnya, kecepatan air mengalir tak sebanding dengan intensitas hujan yang tinggi," katanya.

    Pada dasarian kedua, hujan akan mengguyur Jakarta Timur dan Selatan sehingga genangan akan semakin meluas. Jika hujan tinggi pada dasarian kedua, banjir dipastikan akan parah pada dasarian ketiga. "Tetapi akan turun setelah lewat dasarian ketiga," kata Armi.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.