Pipa Palyja Bocor, Layanan Air Masih Normal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Subekti

    TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Humas PT PAM Lyonnaise Jaya Meyritha Maryanie menjamin pasokan air kepada pelanggan masih aman pascabocornya pipa air bersih milik perusahaan itu di kawasan Velbak, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu 21 Februari 2015. Sampai saat ini belum ada rencana penghentian suplai air. “Pasokan airnya masih aman dan tidak terganggu,” ujar dia saat dihubungi, Sabtu, 21 Februari 2015.

    Meyritha mengatakan, saat ini tim lapangan perusahaan masih memeriksa seberapa parah kerusakan tersebut. Pemeriksaan itu dilakukan karena pipa Kebayoran Baru merupakan salah satu titik yang memiliki jaringan pipa primer, sekunder, dan tersier. Titik pipa tersebut juga menyuplai air untuk kawasan Pakubuwono, Mayestik, hingga Ciledug.

    Hanya saja, sampai saat ini belum diketahui kategori pipa yang terkena bor proyek pembangunan jalan layang Ciledug-Blok M tersebut. Dia berharap bor dari kontraktor jalan cuma merusak pipa jaringan tersier. Sebab, proses perbaikan bisa lebih mudah untuk dilakukan. Pemeriksaan itu kata Meyritha, cukup memakan waktu karena harus menggali aspal jalan raya.

    Namun yang perlu diantisipasi adalah jika ternyata jaringan pipa yang bocor merupakan pipa primer. Kondisi itu membuat perusahaan mesti menghentikan sementara suplai air di daerah tersebut. Imbasnya, pelanggan untuk sementara bakal tidak bisa mendapat pasokan air dari palyja.

    “Semoga bukan pipa primer karena belum ketahuan juga pipa aliran dari utara ke selatan atau selatan ke utara yang kena,” ujar dia. Namun dia memastikan sampai saat ini pasokan air kepada pelanggan masih berjalan secara normal.

    Sebelumnya, pipa bawah tanah milik PT Palyja bocor karena proyek pengerjaan jalan layang Ciledug-Blok M. Kebocoran itu terjadi sejak pukul 10.30 pagi tadi saat pekerja proyek tersebut membor tanah untuk keperluan pembangunan jalan. Diperkirakan kebocoran itu membuat 1 liter air per detik keluar dari pipa.

    DIMAS SIREGAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.