Ahok Minta Maaf ke Rakyat, Taufik DPRD: Itu Cari Muka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta Muhammad Taufik menganggap sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang meminta maaf pada warga Ibu Kota mengenai adanya kisruh dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015 hanya untuk mencari simpati. "Ah itu cari muka," ujarnya di gedung DPRD Jakarta, Selasa, 3 Maret 2015.

    Menurut Taufik, Gubernur Basuki alias Ahok justru yang menyebabkan terjadinya kisruh anggaran tersebut. Taufik menjelaskan, jika dalam pembahasan anggaran terdapat ketidaksesuaian, maka Ahok bisa memanggil legislator.

    Pagi ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf pada warga Ibu Kota atas terjadinya kisruh anggaran. Alasannya, publik kini menonton perang politik antara dirinya dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta.

    Ahok menjamin jika pelayanan terhadap masyarakat, seperti penambalan lubang jalan, pelayanan di rumah sakit, hingga pembuangan sampah berjalan baik. "Tak ada yang berubah, yang belum bisa dibayarkan hanya Tunjangan Kinerja Dinamis saja," ujar Ahok di Balai Kota.

    Kisruh antara Ahok dan Dewan ini merupakan imbas dari perbedaan pendapat dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015. "Kami minta maaf atas tontonan yang lucu ini," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 3 Maret 2015.

    Selain itu, Taufik mempertanyakan sikap Ahok yang melaporkan adanya dugaan dana siluman sebesar Rp 12,1 triliun ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut dia, anggota Dewan baru dilantik tahun lalu, sedangkan APBD 2015 belum dilaksanakan. "Itu reaksi atas angket," ujar politikus Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.