Api di Wisma Kosgoro Akhirnya Padam Setelah 8 Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar Gedung Wisma Kosgoro di Jakarta, 9 Maret 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar Gedung Wisma Kosgoro di Jakarta, 9 Maret 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Api yang membakar Wisma Kosgoro di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim berjuang selama delapan jam. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo mengatakan api dijinakkan pukul 01.30 WIB. "Sekarang tinggal pendinginan dan pemadaman di beberapa tempat," kata Subejo di lokasi kejadian, Selasa, 10 Maret 2015.

    Api mulai menyala di lantai 16 sekitar pukul 18.39 WIB, lalu merambat ke atas gedung berlantai 20 tersebut. Sedangkan titik awal kebakaran terletak pada lokasi kantor PT Perkasa Adiguna. (baca:Enam Jam, Api Masih Membakar Wisma Kosgoro)

    Subejo mengatakan pemadam kebakaran DKI Jakarta menurunkan 36 unit mobil damkar dari seluruh wilayah Kota Jakarta, termasuk satu unit mobil skylift baru. Pemilik gedung Wisma Kosgoro Hayono Isman sempat mempertanyakan mengapa mobil skylift membutuhkan waktu cukup lama sampai ke lokasi kebakaran. 

    "Iya, tadi cukup lama datangnya. Saya aneh kenapa alat secanggih itu disimpan di Ciracas padahal di sana tidak ada gedung tinggi. Selain itu, saya juga khawatir ruangan Direktur Kosgoro pertama yang juga berada di gedung itu," ujar dia. (baca:Air Hidran Loyo, Bikin Api di Wisma Kosgoro Lama Dijinakkan)

    Subejo mengatakan keterlambatan tersebut terjadi karena mobil yang memiliki skylift dengan ketinggian 90 meter itu sedang dalam proses pengecekan terakhir di Ciracas.
    "Mobil di Ciracas karena sedang dalam proses pengecekan sebelum dioperasikan. Di gedung ini pertama kali mobil tersebut dioperasikan dan Bapak tidak usah khawatir ruangan Direktur Kosgoro pertama aman tidak terbakar," kata Subejo pada Hayono.

    Terkait lamanya waktu pemadaman, Subejo berkilah pemadaman kebakaran di gedung seperti ini lebih efektif jika dilakukan dari dalam gedung. Selain itu, ada kendala karena kaca yang berjatuhan membuat robek pipa karet sehingga air tidak sampai puncak skylift. Subejo mengaku belum bisa menjelaskan penyebab kebakaran. "Saya belum bisa katakan apa penyebabnya dan saya tidak mau berspekulasi. Untuk kerugian juga masih belum bisa saya bilang juga," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.