Apa Kabar Bus Tahir Foundation? Ini Kata Bos Transjakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Ahok (kiri), bersama ketua Yayasan Tahir Foundation, Dato Sri Dr Tahir, menaiki bus tingkat baru di silang Monas, Jakarta, 10 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Jakarta, Ahok (kiri), bersama ketua Yayasan Tahir Foundation, Dato Sri Dr Tahir, menaiki bus tingkat baru di silang Monas, Jakarta, 10 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih menyatakan siap mengelola lima bus tingkat hibah dari Tahir Foundation yang akan dioperasikan secara gratis di sepanjang Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat. "Kalau surat dari Kemenhub-nya sudah turun, kami siap mengelola," kata Kosasih saat ditemui di gedung Balai Kota DKI, Senin, 16 Maret 2015.

    Sebenarnya, menurut Kosasih, yang mengetahui kondisi kelima bus itu adalah Mercedes-Benz. "Kami operator Transjakarta sudah siap dengan segala perangkatnya, seperti pengemudi. "Sebagai operator, semuanya sudah kami coba," ucap Kosasih.

    Kosasih mengatakan pemanfaatan bus tingkat pariwisata gratis di jalur tersebut sejauh ini belum optimal. Alasannya, warga yang menggunakannya masih sedikit. "Paling cuma 10-20 penumpang," kata Kosasih.

    Transjakarta sudah mengoperasikan enam bus single di Jalan M.H. Thamrin. Enam bus gratis ini lebih banyak dimanfaatkan masyarakat dibanding bus tingkat yang sudah beroperasi lebih dulu.

    Tahir, bos Mayapada Group, menghibahkan sepuluh bus kepada DKI Jakarta. Namun bus-bus tersebut tak bisa langsung dioperasikan karena harus menyesuaikan dengan peraturan Kementerian Perhubungan. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan itu itu menyebutkan bus tingkat harus dirancang dengan jumlah berat beroperasi (JBB) 21 ribu kilogram (21 ton) hingga 24 ribu kilogram (24 ton).

    Sedangkan bus hibah dari Tahir memiliki JBB sebesar 18 ribu kilogram atau setara dengan 18 ton. Tahir Foundation mengatakan perubahan JBB bus hibah agar sesuai dengan peraturan menjadi tanggung jawab Mercedes-Benz. 


    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.