Ahok Blakblakan soal Veronica Hadir di Rapat Balai Kota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahok (kiri) berbincang dengan Lulung disaksikan istrinya Veronica Tan (kanan) dalam acara Lebaran Betawi di Monas, Jakarta, 14 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ahok (kiri) berbincang dengan Lulung disaksikan istrinya Veronica Tan (kanan) dalam acara Lebaran Betawi di Monas, Jakarta, 14 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mencurigai ada yang sengaja menyebar foto istrinya, Veronica Tan, kala sedang mengikuti rapat panitia revitalisasi Kota Tua di Balai Kota, Kamis, 5 Maret 2015 lalu. Dia menduga pengambilan foto itu sudah direncanakan.

    "Menurut saya sudah diatur," kata Ahok, sapaan akrabnya, di Balai Kota, Senin, 16 Maret 2015.

    Ahok mengatakan istrinya datang terlambat di rapat itu karena harus menghadiri acara lain sebelumnya. Saat masuk ke ruangan, ada orang yang langsung mengambil gambar Vero. Berikutnya, foto itu muncul di salah satu media online. "Begitu masuk difoto, langsung keluar di situs online. Terus tanya adik saya namanya siapa," ujarnya.

    Ahok membantah istrinya sewenang-wenang mengikuti rapat tersebut. Buktinya, kata Ahok, Vero masuk ke ruangan rapat dari ruang tengah. Bukan lewat ruang kerja Ahok yang berhubungan langsung dengan ruang rapat. Ahok mengatakan bahkan Vero tak tahu jika dua ruangan tersebut terkoneksi. "Jika sewenang-wenang, lewat ruangan saya enggak? Lewat kan," katanya.

    Foto yang memperlihatkan kehadiran Veronica dan adik Ahok dalam sebuah forum rapat revitalisasi Kota Tua bersama jajaran satuan kerja perangkat daerah inilah yang dijadikan DPRD DKI untuk menyerang Ahok. Tim Angket DPRD mencurigai ada unsur nepotisme dalam pembahasan tersebut. Mereka awalnya akan memanggil Veronica terkait kehadirannya itu, tapi belakangan pemanggilan itu dibatalkan.

    Ahok berujar ia tak pernah membantah foto tersebut. Dia juga tak mempermasalahkan jika Vero dipanggil oleh Tim Angket. "Justru kalau sampai dipanggil menarik juga," katanya.

    NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.