Wali Kota Jakarta Selatan Berkelit Sulit Dihubungi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melantik Walikota Jakarta Selatan yang Syamsuddin Noor di Setu Babakan, Jakarta Selatan, (15/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melantik Walikota Jakarta Selatan yang Syamsuddin Noor di Setu Babakan, Jakarta Selatan, (15/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Ketua Badan Anggaran DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menyindir Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor saat berlangsung pertemuan pembahasan RAPBD DKI 2015 di gedung DPRD DKI. "Jakarta Selatan mana orangnya? Oh, ini orangnya? Ini kalau saya telepon susah nih, Pak. Ada masalah enggak pernah nanggepin. Gimana kalau pelayanan publik bisa baik ini?" kata Prasetyo, Rabu, 18 Maret 2015. "Pak, nama saya Pras, Pak. Saya pernah SMS Bapak," ujar Prasetyo lagi.

    Syamsudin pun lantas menanggapi jika bisa saja waktu itu Prasetyo salah mengontak nomor telepon karena ia merasa belum pernah dihubungi Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut. "Mungkin salah nomor, Pak," kata Syamsudin.

    Mendengar jawaban Syamsudin, Prasetyo langsung merespons kalau tak mungkin Ketua DPRD tak punya nomor wali kota dan pejabat lembaga eksekutif. Menurut Prasetyo, saat itu dirinya menghubungi Syamsudin untuk mengadukan masalah dan keluhan masyarakat Jakarta Selatan terkait Kali Pesanggrahan. "Jangan merasa paling hebat. Itu tanah Pesanggarahan gimana tuh, Pak? Kali-kali itu, Pak? Tolong dijawab, Pak, karena banyak sekali yang membuat surat ke saya. Nah, saat itu saya berulang kali telepon dan SMS enggak dijawab. Nah, hebat ini," kata Prasetyo.

    Syamsudin pun lantas menjawab soal permasalahan lahan di kawasan Kali Pesanggarahan, terutama Grogol Selatan. Menurut Syamsudin, banyak tanah di wilayah tersebut yang diakui beberapa pihak. Padahal, tanah tersebut merupakan fasus-fasum yang sertifikatnya sudah dimiliki Pemda DKI dan Dinas Pertamanan. 

    Selain soal Kali Pesanggrahan, ada beberapa pertanyaan lagi yang diajukan Prasetyo dan melenceng dari agenda pertemuan awal, yakni membahas hasil evaluasi Kemendagri terhadap RAPBD DKI tahun anggaran 2015. Padahal, tujuan akhir dari pertemuan yang akan berlangsung selama dua hari ke depan ini akan menghasilkan peraturan daerah untuk mengesahkan anggaran selama setahun ke depan. 

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.