IDI Tak Membantah Vaksin Palsu Beredar di Rumah Sakit Bogor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Contoh vaksin palsu yang disita polisi, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    Contoh vaksin palsu yang disita polisi, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Kabupaten Bogor Dr Yoeswar A. Darisan tidak menampik dugaan adanya vaksin palsu yang digunakan sejumlah rumah sakit swasta di wilayahnya.

    Menurut dia, RSUD dan semua puskesmas di Kabupaten Bogor sudah terjamin menggunakan vaksin asli karena melalui proses lelang dalam droping vaksin. "Namun, untuk swasta, saya tidak pungkiri ada beberapa rumah sakit yang menggunakan (vaksin palsu itu)," katanya pada Selasa, 28 Juni 2016.

    IDI Kabupaten Bogor mengatakan pihak rumah sakit, yang menggunakan vaksin palsu, saat ini sedang diproses Mabes Polri. Pihak rumah sakit diimbau menghentikan penggunaan vaksin palsu itu.  "Saya imbau agar mereka membeli vaksin dari perusahaan yang sah, meski harganya lebih mahal," katanya.

    Dia mengatakan, jika vaksin yang diproduksi massal oleh pelaku telah ditangkap polisi, hal itu tidak membahayakan anak yang sudah menggunakannya. Sebab, vaksin itu hanya campuran air infus dan antibiotik.

    Dari segi kesehatan tidak berbahaya. Namun untuk anak yang sudah menggunakan vaksin ini saat imunisasi, mereka tidak punya efek imun atau kekebalan tubuh terhadap polio, cacar, dan lainya.

    Bagi warga yang ragu, ia berujar, lebih baik melakukan imunisasi kembali untuk anaknya. "Melakukan imunisasi ulang di puskesmas atau RSUD karena Kementerian Kesehatan menjamin vaksin itu asli dan gratis," ujarnya.

    M SIDIK PERMANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?