Disegel BPOM, Pabrik Wafer Klaim Bahan Baku Aman Dikonsumsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Siswandi, menunjukkan barang bukti alat untuk membuat jamu ilegal di Bogor, Jawa Barat, 2 Februari 2016. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Siswandi, menunjukkan barang bukti alat untuk membuat jamu ilegal di Bogor, Jawa Barat, 2 Februari 2016. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.COTangerang - Anton Prasetyo, pemilik pabrik makanan ilegal di Tangerang, mengklaim bahan baku makanan yang dijadikan makanan anak itu aman dikonsumsi. "Saya pastikan aman karena bahan baku yang dibuat dari produk bersertifikat dan bermerek terkenal," katanya, Kamis, 4 Agustus 2016

    Anton menyebutkan pabriknya hanya mencampurkan bahan baku seperti terigu, gula, dan minyak dari merek terkenal untuk diolah menjadi wafer, biskuit, dan permen. "Tepung dari Bogasari, minyak Bimoli," ujarnya.

    Soal kebersihan dan higienis produknya, Anton mengakui belum bisa memenuhinya. "Tapi kami terus berusaha memperbaiki," katanya.

    Berdasarkan pantauan Tempo, gudang bahan baku pabrik itu terlihat kotor dan bau. Gudang penyimpanan bahan baku yang berada di samping ruang produksi terlihat gelap, bau, dan kotor. 

    Bahan baku terigu dan gula ditempatkan sembarangan dan tidak tertutup. Bahan baku ini disimpan bercampur dengan tempat biskuit dan wafer yang gagal produksi serta bahan kemasan dari kertas dan plastik.

    Saat Tempo bersama tim Badan Pengawas Obat dan Makanan masuk ke dalam pabrik itu, sudah tidak ada kegiatan produksi. Hanya terlihat mesin dan gudang makanan yang disegel.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.