Kak Seto Kaget Ada Jaringan Prostitusi Online Spesialis Anak  

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Seto Mulyadi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi mengaku terkejut saat diberi kabar tentang adanya penyebaran konten pornografi anak di bawah umur secara online. Penyebaran konten pornografi anak-anak itu dilakukan dalam akun media sosial, Facebook, bernama Official Candys Group.

Bahkan member dari grup itu mencapai 7.000 orang dari berbagai negara. "Saya cukup terkejut, ini anak masih usia remaja, masih SD, sudah berhubungan seks, dan salah satu tadi mengaku pernah jadi korban pelecehan seksual," kata Seto di Polda Metro Jaya, Selasa, 14 Februari 2017.

Ada empat tersangka yang ditangkap dalam kasus ini. Salah satunya merupakan seorang wanita dan dua lainnya masih di bawah umur.

Seto berharap dengan terbongkarnya kejadian ini, para orang tua menjadi lebih peduli dan lebih perhatian pada anak-anaknya. Sebab, menurut Seto, orang tua biasanya sekadar menuntut anaknya dalam pencapaian akademik tanpa memperhatikan aspek lain.

Baca: 10 Fakta Kasus 99 Anak Korban Prostitusi Online

Akhirnya, dia melanjutkan, banyaknya tuntutan orang tua, para anak mengalami depresi dan melampiaskan kepada hal-hal yang bersifat menyimpang. "Karena itu mereka jadi menyimpang, apa itu narkoba, tawuran, seks bebas. Jadi ini soal hal yang sering terjadi di masyarakat yang belum terungkap," kata dia.

Selain itu, kata Seto, faktor lain yang menyebabkan anak-anak melakukan tindak kejahatan, yakni adalah meniru perilaku di sekitar lingkungannya. "Jadi cukup banyak terjadi dari masyarakat kita. Anak-anak peniru yang terbaik, korban lingkungan, kalau lingkungan banyak penelantaran, banyak perilaku menyimpang," ujarnya.

Peran masyarakat umum juga diperlukan untuk mendukung peran orang tua dalam melindungi anak dari predator.

Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur mengatakan Indonesia telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Anak. Sehingga para pelaku bisa saja diperberat hukumannya dengan undang-undang ini.

"Ada Undang-Undang (Nomor) 17 revisi kedua UU Perlindungan Anak. Di situ disebutkan adanya penambahan hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Saya pikir itu bisa dilakukan, ada pemberatan hukuman, apalagi ada korban yang dikenal," katanya.

Sebelumnya, polisi membongkar praktek pornografi anak jaringan internasional ini dari patroli siber yang dilakukan Polda Metro Jaya. Empat tersangka ditangkap dan beberapa korban mengaku pernah mengalami pelecehan seksual.

Terkait dengan psikologis para korban, Pribudiarta mengaku akan memberikan program pemulihan trauma bagi para korban.

INGE KLARA SAFITRI






Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax Rekrut Mahasiswi dan Pekerja Kantoran Lewat Twitter

10 hari lalu

Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax Rekrut Mahasiswi dan Pekerja Kantoran Lewat Twitter

PSK yang dikendalikan muncikari ini berlatarbelakang mahasiswi hingga pekerja kantoran dari Jakarta, Bandung, dan Malang.


Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax Tak Pernah Melihat Pelanggan yang Dilayani PSK

11 hari lalu

Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax Tak Pernah Melihat Pelanggan yang Dilayani PSK

Michael Sitanggang tidak pernah melihat pelanggan PSK prostitusi online secara langsung.


Muncikari Grup Telegram Big Pertamax Rekrut PSK dari Twitter, Ambil Untung 15 Persen

11 hari lalu

Muncikari Grup Telegram Big Pertamax Rekrut PSK dari Twitter, Ambil Untung 15 Persen

Muncikari berusia 24 tahun menjalankan bisnis prostitusi online lewat grup Telegram. Rekrut PSK dari Twitter.


Muncikari Prostitusi Online Grup Telegram Big Pertamax Jalankan Bisnis Sejak Juni 2022

11 hari lalu

Muncikari Prostitusi Online Grup Telegram Big Pertamax Jalankan Bisnis Sejak Juni 2022

Muncikari berusia 24 tahun itu menjalankan bisnis prostitusi online lewat grup Telegram Big Pertamax sejak Juni 2022.


Polisi Tangkap Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax di Telegram, Urus 60 PSK

12 hari lalu

Polisi Tangkap Muncikari Prostitusi Online Big Pertamax di Telegram, Urus 60 PSK

Polsek Tambora mengungkap kasus prostitusi online di aplikasi Telegram dengan nama grup Big Pertamax


Pengakuan Penculik MA ke Kak Seto: Dipaksa Bercerai, Anak Dibawa Mertua

26 hari lalu

Pengakuan Penculik MA ke Kak Seto: Dipaksa Bercerai, Anak Dibawa Mertua

Iwan Sumarno, tersangka penculikan anak MA, blak-blakan dan mengungkapkan alasannya saat ditemui Kak Seto di Polres Jakarta Pusat


Prostitusi Online Beroperasi di Tangsel, 9 Wanita dan 6 Pria Ditangkap

11 Oktober 2022

Prostitusi Online Beroperasi di Tangsel, 9 Wanita dan 6 Pria Ditangkap

Rumah yang diduga dijadikan tempat prostitusi online disegel Satpol PP Tangsel usai mendapati sejumlah wanita beroperasi di rumah tersebut.


Prostitusi Online Eksploitasi 5 PSK Anak, Polisi Tangkap 5 Muncikari di Jakarta Selatan

25 September 2022

Prostitusi Online Eksploitasi 5 PSK Anak, Polisi Tangkap 5 Muncikari di Jakarta Selatan

Polisi menangkap lima orang muncikari dan membongkar praktek prostitusi online yang mempekerjakan anak-anak di salah satu hotel kawasan Cilandak.


Prostitusi Online Beroperasi di Jakarta Utara, Polisi Tangkap Muncikari

5 September 2022

Prostitusi Online Beroperasi di Jakarta Utara, Polisi Tangkap Muncikari

Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penyelidikan kegiatan prostitusi online di Hotel Ende Elok, Tanjung Priok, Jakarta Utara.


Polisi Tangkap FS Muncikari Prostitusi Online di Jakarta Utara

26 Agustus 2022

Polisi Tangkap FS Muncikari Prostitusi Online di Jakarta Utara

Polisi menangkap FS yang jadi muncikari prostitusi online di Jakarta Utara. Menjajakan lewat Facebook.