Produsen Beras Maknyuss Tipu Konsumen, Berapa Keuntungannya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beras cap Ayam Jago kemasan 5 Kg yang beredar di gerai minimarket di kawasan Karawang Barat. Menurut seorang penjaga toko, beras buatan PT Indo Beras Utama itu sudah beredar di gerai sejak 2014. TEMPO/Hisyam Luthfiana

    Beras cap Ayam Jago kemasan 5 Kg yang beredar di gerai minimarket di kawasan Karawang Barat. Menurut seorang penjaga toko, beras buatan PT Indo Beras Utama itu sudah beredar di gerai sejak 2014. TEMPO/Hisyam Luthfiana

    TEMPO.COBekasi - Polisi menyegel kantor PT Indo Beras Unggul yang menjadi produsen beras merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago. Perusahaan itu diduga melakukan penipuan dengan menjual beras medium bersubsidi seharga beras premium. "Pabrik ini middleman (perantara) yang kerjanya memainkan disparitas harga beras," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kamis malam, 20 Juli 2017. 

    Amran mengatakan penipuan yang dilakukan PT Indo Beras itu tergolong kejahatan sangat serius. Sebagai produsen besar, PT Indo Beras, melalui anak usaha PT Tiga Pilar, memainkan disparitas harga terlalu tinggi. Beras seharga Rp 9.000 dijual Rp 20 ribu. "Keuntungan mereka lebih dari Rp 10 ribu per kilogram," katanya. "Kalau dihitung keseluruhan, nilainya bisa ratusan triliun rupiah."

    Baca: Pasokan Beras, Mentan: Masih Mengacu pada Data BPS

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan modus yang digunakan PT Indo Beras Unggul adalah dengan mengemas beras IR64 dengan label Cap Ayam Jago dan Maknyuss. Padahal IR64 termasuk beras medium bersubsidi. Sedangkan Maknyuss dan Cap Ayam Jago diberi label premium. "Beras subsidi dikemas seolah-olah barang premium supaya harganya tinggi," kata Tito. 

    Baca: Produksi Beras Tak Naik, Ini Ancaman Menteri Amran ke Daerah

    Praktik culas ini diketahui setelah Satgas Pangan melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui label kandungan gizi pada kemasan tidak sesuai dengan produk yang dijual. "Kontennya ditulis premium padahal isinya non-premium," ujar Tito. "Ini enggak main-main. Masyarakat dan negara dirugikan sampai ratusan triliun rupiah."

    Produsen beras Maknyuss itu memiliki gudang penyimpanan di Jalan Rengas kilometer 60 Karangsambung, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Barang bukti yang disita dari tempat itu sebanyak 1.161 ton beras.

    HISYAM LUTHFIANA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.