BNN Gerebek Rumah di Pluit, 256 Kg Sabu Disita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Pemberantasan Narkotika Arman Depari menunjukan barang bukti sabu dalam rilis penangkapan pengedar narkoba jaringan internasional, di kantor BNN, Jakarta, 25 Juli 2017. TEMPO/Rizki Putra

    Deputi Pemberantasan Narkotika Arman Depari menunjukan barang bukti sabu dalam rilis penangkapan pengedar narkoba jaringan internasional, di kantor BNN, Jakarta, 25 Juli 2017. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan Bareskrim Polri dan Bea Cukai menggerebek sebuah rumah di Jalan Pluit Karang Cantik, No 16 Blok D selatan, RT 05/18, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 26 Juli 2017 malam.

    Dari penggrebekan ini, sebanyak 256 kilogram sabu ditemukan di rumah yang dijadikan gudang ini. Sabu tersebut disimpan di dalam mesin pemoles sepatu.

    Baca: Buwas Ungkap Teknologi untuk Berantas Narkoba Kurang Mumpuni

    Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan penggerebekan ini berawal dari penangkapan tiga orang pengedar narkoba di pergudangan Bimoli.  "Ini dimulai dari penangkapan di pergudangan Bimoli, di sana diamankan satu truk dan tiga pelaku," kata Arman saat dikonfirmasi, Rabu malam, 26 Juli 2017.

    Arman menambahkan, dari tiga pelaku yang ditangkap, satu di antaranya adalah Warga Negara Taiwan. Sementara dua lainnya merupakan Warga Negara Indonesia. "Yang WNA asal Taiwan tewas tertembak petugas karena melawan saat hendak ditangkap," katanya.

    Baca: Jokowi Minta Pengedar Narkoba Ditembak, Ini Syaratnya 

    Dari keterangan dua pelaku sisanya,  BNN kemudian memperoleh informasi dan menuju rumah di Pluit dan melakukan penggerebekan.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.