Kamis, 17 Agustus 2017

Alasan Keamanan, Djarot Tak Setuju Ahok Dipindah ke Cipinang  

Senin, 19 Juni 2017 | 11:06 WIB
Sejumlah pendukung terpidana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyalakan lilin saat melakukan aksi di depan Rutan Cipinang, Jakarta, 9 Mei 2017. ANTARA FOTO

Sejumlah pendukung terpidana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyalakan lilin saat melakukan aksi di depan Rutan Cipinang, Jakarta, 9 Mei 2017. ANTARA FOTO.

TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak menyetujui rencana Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang akan mengeksekusi dan memindahkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur. Lapas Cipinang dinilai bukan tempat yang aman bagi Ahok. 

"Tidak hanya di dalam, tapi juga di luar lapasnya,” kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin, 19 Juni 2017. Menurut dia, Lapas Cipinang bukan tempat yang baik untuk Ahok. Di tempat itu selalu ada demonstrasi. Apalagi penghuninya melampaui kapasitas. “Cipinang tidak kondusif."

Baca:
Menteri Yasonna: Ahok Diancam Dibunuh 
Ahok Dipenjara, Basuki Tjahaja Purnama Minta...

Ahok ditahan di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Djarot dua kali mengunjungi Ahok saat masih ditahan di Cipinang sebelum dipindah ke Kelapa Dua. Setelah melihat kondisinya, Djarot menilai Cipinang tidak kondusif dan berpotensi menimbulkan kerusuhan. 

Ahok dihukum dua tahun penjara setelah Pengadilan Negeri Jakarta Utara menyatakannya menodai agama melalui pidatonya di Kepulauan Seribu pada September tahun lalu. Ahok sempat menyatakan banding atas vonis tersebut, tapi kemudian mencabut memori bandingnya.

Baca juga:
Djarot Mengklaim Ia dan Ahok Pemenang Sejati Pilkada DKI
Maju Pencalonan Wali Kota, Vicky Prasetyo Usung Program Cinta

Seusai putusan, Ahok langsung dibawa ke Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur. Saat ditahan di sana, massa pendukung Ahok berdatangan dan menuntut Ahok dibebaskan. Cipinang mendadak gaduh karena demonstran memaksa masuk dan terus memenuhi jalan hingga dinihari. Atas pertimbangan itu, akhirnya Ahok dipindahkan ke Mako Brimob hingga hari ini. 

LARISSA HUDA


Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.