Evaluasi Sistem Aduan, Anies: Warga DKI Tak Perlu ke Balai Kota

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melakukan aktivitas pada hari pertama masuk kerja di Gedung Balaikota DKI, Jakarta, 17 Oktober 2017. Keduanya memulai hari dengan meninjau seluruh bagian Gedung Balaikota DKI Jakarta. TEMPO/Subekti.

    Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melakukan aktivitas pada hari pertama masuk kerja di Gedung Balaikota DKI, Jakarta, 17 Oktober 2017. Keduanya memulai hari dengan meninjau seluruh bagian Gedung Balaikota DKI Jakarta. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menerima aduan warga Jakarta di Balai Kota. Dalam pertemuannya dengan warga Jakarta yang datang, Anies menerima sejumlah aduan, mulai permintaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) hingga persoalan banjir.

    "Kami akan lihat, sudah diterima berkasnya. Sekaligus ini bagian dari mengecek aliran laporan," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017.

    Anies mengatakan akan mempelajari sejumlah laporan yang masuk ke Balai Kota, dari akarnya, proses respons, sampai pemberian solusinya. Apalagi, sejak kepemimpinan Djarot Saiful Hidayat, di pendopo Balai Kota disediakan meja pengaduan masyarakat. 

    Baca: Anies Baswedan Perintahkan Enam Proyek Ini Tidak Boleh Molor

    Setiap laporan yang masuk, kata Anies, akan dianalisis dan dipelajari prosesnya sehingga masalah tidak harus berulang. Nantinya, Anies mengatakan, warga Jakarta yang memiliki keluh kesah tidak perlu lagi datang ke Balai Kota. Pasalnya, tak jarang mereka yang datang tinggal di lokasi yang jauh. 

    "Oh, tidak pernah ada larangan. Cuma kami seharusnya bisa membuat persoalan ini selesai tanpa merepotkan warga. Kasihan warga harus sampai datang ke Balai Kota," ujar Anies.

    Anies berjanji mencarikan solusi agar masalah yang dihadapi masyarakat bisa diselesaikan tanpa harus datang ke pendopo Balai Kota Jakarta. Selain itu, kata Anies, harus ada cara yang lebih mudah untuk menyelesaikan permasalahan warga.

    "Ini rumah mereka di rusunawa, jauh-jauh nih, khusus datang ke sini. Nanti kami lihat caranya seperti apa sehingga bisa lebih mudah bagi warga," ujar Anies. 

    Penerimaan aduan masyarakat di Balai Kota Jakarta, yang hendak ditiadakan oleh Anies Baswedan, dimulai pada era kepemimpinan Joko Widodo. Tradisi itu diteruskan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Setelah itu, saat dipimpin Djarot Saiful Hidayat, ia memodifikasi proses aduan dengan menyediakan meja di pendopo sehingga warga dilayani satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.