Hari Air Sedunia: Ada Gedung Pakai Septic Tank di DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sungai kotor/berlimbah. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ilustrasi sungai kotor/berlimbah. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Razia Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 12 Maret 2018 tentang penggunaan air tanah dan pengelolaan limbah di sejumlah gedung berakhir Rabu, 21 Maret 2018, sehari sebelum Hari Air Sedunia 2018.

    Wakil Gubernur Sandiaga Uno sedikit membocorkan hasil temuan inspeksi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018. "Ada beberapa gedung yang ternyata masih menggunakan septic tank di (Jalan) Thamrin," ujarnya. "Jadi itu luar bisa ngawurnya."

    BacaHari Air Sedunia, Separuh Warga Jakarta Tak Nikmati Air Bersih 

    Sandiaga Uno merahasiakan nama gedung yang dimaksud tapi yang pasti itu gedung milik pemerintah. Ia menjelaskan, sejatinya pengelolaan air dan limbah gedung-gedung tinggi sudah terintegrasi dengan PD PAL Jaya. Maka dia menyayangkan jika ada gedung yang masih memiliki septic tank di dalam tanah dan mengambil air tanah untuk memasok kebutuhan air.

    Gedung di DKI Jakarta yang melakukan pelanggaran akan ditertibkan sesuai dengan ketentuan dan peraturan undang-undang. "Lagi ditabulasi (jumlah gedung yang terkena razia)," ujar Sandiaga Uno pada Hari Air Sedunia 2018 tersebut. "Jumat (23 Maret 2018) atau awal minggu depan diumumkan."

    SALSABILA PUTRI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.