Kota Bekasi Pinjam Komputer untuk UNBK SMP

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMA. ANTARA/Wahyu Putro

    Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMA. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi tak memiliki perangkat komputer yang cukup untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer ( UNBK ) pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP) pada 29 April mendatang. "Kami akan pinjam komputer," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, Ahad, 8 April 2018.

    Menurut Inayatullah, pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan anggaran Rp 34 miliar untuk membeli komputer. Namun anggaran itu belum terserap bagian perlengkapan. "Terakhir ada masalah spesifikasi, sehingga harus berkonsultasi dengan Kementerian," kata Inayatullah.

    Kota Bekasi menargetkan UNBK tahun ini 100 persen untuk SMP negeri dan 75 untuk SMP swasta. Agar target dapat terealisasi, Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana meminjam komputer dari sekolah menegah negeri dan swasta. Selain itu diupayakan juga pinjaman dari orang siswa.

    Berdasarkan hasil pemetaan, kata Inayatullah, saat ini ada 15 sekolah negeri yang bisa mandiri melaksanakan ujian nasional berbasis komputer berkat pinjman dari orang tua murid. "Ada kesepakatan dengan komite, kami bertanggung jawab dengan komputer pinjaman," kata dia.

    Inayatullah mengatakan, peminjaman komputer ke sekolah lain bukan berarti sekolah penyelenggara mengambil komputer dari sekolah yang dipinjam. Menurut dia, peserta menumpang menumpang ujian ke sekolah yang dipinjam komputernya. Adapun jumlah sekolah negeri yang belum bisa mandiri berjumlah 28. "Komputer akan disetting sesuai dengan kebutuhan," kata dia.

    Sekretaris Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakayat Daerah Kota Bekasi Daddy Kusradi mengatakan, komisinya akan segera memanggil dinas pendidikan dan bagian perlengkapan di sekretariat daerah menyusul belum terealisasinya pengadaan komputer untuk UNBK.

    Menurut Daddy, komisinya telah memperjuangkan anggaran puluhan miliar rupiah di Badan Anggaran DPRD untuk membeli komputer. Namun, ketika anggaran sudah tersedia sejak APBD diketuk akhir 2018 lalu, instansi yang ditunjuk mengadakan komputer belum juga merealisasikan. "Dinas terkait harus dievaluasi, kenapa belum ada pengadaan sampai hari ini," kata dia.

    Daddy menambahkan, meminjam komputer ke SMA/SMK Negeri maupun swasta termasuk kepada orang tua murid merupakan alternatif terakhir. Karena itu, lembaganya tidak mempermasalahkan, sebab Kota Bekasi harus melaksanakan UNBK. "Pengadaan komputer agar peserta tidak tercecer, bisa melaksanakan di sekolah sendiri," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.