Anak Henry Yosodiningrat Terjerat Narkoba, Polisi Diminta Adil

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Henry Yosodiningrat. TEMPO/Santirta M.

    Henry Yosodiningrat. TEMPO/Santirta M.

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Kebijakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat, Yohan Misero, mendukung keputusan polisi yang memulangkan anak Henry Yosodiningrat meski sempat disebut positif mengkonsumsi narkoba. Namun Yohan meminta kepolisian berlaku adil terhadap para pelaku kasus narkoba lain.

    "LBH Masyarakat juga berharap agar tindakan seperti ini juga dapat diterapkan secara adil oleh polisi pada lapisan masyarakat yang lain, bukan hanya pada pesohor atau mereka yang memiliki kekuatan politik," kata Yohan dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 11 April 2018.

    Anak Henry yang berinisial R sempat dilaporkan positif mengkonsumsi narkoba pada Selasa, 10 April 2018. Sebelumnya, R dikabarkan sempat tak kunjung pulang ke rumah. Hal itu berdasarkan laporan Henry, yang kemudian meminta bantuan kepolisian untuk mencari anaknya.

    Baca: Anak Henry Yosodiningrat Positif Pakai Narkoba Ditemukan di SPBU

    Henry, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, merupakan salah politikus yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pemenjaraan bagi pemakai narkotik. Henry juga kerap memberikan dukungan pada pemenjaraan pemakai narkotik, terutama bagi mereka yang baru mencoba atau hanya sekali menggunakan.

    Menurut Yohan, penanganan ketergantungan/pemakaian narkotik tidak cocok diselesaikan dengan penegakan hukum. Penegakan hukum, kata Yohan, hanya menghabiskan anggaran dan memenuhi penjara.

    Karena itu, Yohan mendukung kepolisian melakukan dekriminalisasi atau menjauhkan pemakai narkotik dari intervensi penegakan hukum. "Dekriminalisasi membuat pemakai narkotika tidak perlu lagi diam-diam mengakses layanan rehabilitasi," ujar Yohan.

    Yohan berharap adanya kasus ini akan membuat Henry Yosodiningrat mau bersuara lantang terkait dengan dekriminalisasi. Sebab, penjara bukan solusi, dan pemenuhan hak atas kesehatan bagi pemakai narkoba juga perlu dikedepankan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.