Kepala UPRS Rawa Buaya Siap Terima Korban Kebakaran Taman Kota

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian korban kebakaran Taman Kota, Kembangan, Jakarta barat, sudah mulai membangun rumahnya kembali, Selasa, 17 April 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni.

    Sebagian korban kebakaran Taman Kota, Kembangan, Jakarta barat, sudah mulai membangun rumahnya kembali, Selasa, 17 April 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Rawa Buaya Sarjoko mengatakan pihaknya siap menerima korban kebakaran Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, ke Rusun Rawa Buaya.

    "Secara keseluruhan belum tahu. Tapi, kalau di lapangan siap saja menampung warga relokasi korban kebakaran sesuai dengan kebijakan," kata Sarjoko, Selasa, 17 April 2018.

    Sebelumnya Wali Kota Jakarta Barat  Anas Effendi mengatakan akan segera memindahkan warga kebakaran Taman Kota ke rumah susun Rawa Buaya. Ia menuturkan telah mensosialisasikan rencana pemindahan kepada warga.

    Sarjoko menjelaskan, belum mengetahui tarif yang akan dikenakan kepada setiap warga korban kebakaran. "Biaya kan tarifnya belum ditetapkan. Bukan hanya rusun Rawa Buaya, tapi tempat lain di DKI belum ditetapkan tarifnya juga," kata Sarjoko.

    Sampai saat ini, kata Sarjoko, baru dua dari lima tower yang siap untuk ditempati. "Tower A dan B kurang lebih 350 unit sudah siap," kata Sarjoko. Sedangkan untuk tower C, D dan E belum siap ditempati karena masih dalam tahap penyelesaian.

    Fasilitas yang ditawarkan rusun Rawa Buaya diantaranya satu unit dengan tipe 36 yang terdiri dari 2 kamar tidur dengan 1 kamar mandi dalam, 1 ruang tamu, dapur, instalasi gas, air dan listrik. Sementara untuk fasilitas umum, diantaranya sarana taman bermain dan tempat ibadah.

    Ketua RT 16 RW 5 Taman Kota, Paino, mengatakan warganya menolak untuk dipindahkan ke Rawa Buaya. "Saya heran kenapa enggak mau, kan lebih baik," kata Paino.

    Sairin, warga korban kebakaran yang menolak dipindahkan ke rusun Rawa Buaya. Menurut Sairin, walaupun rumah yang ditinggalinya merupakan kawasan kumuh, namun ia merasa nyaman. "Kalau dipindah ya gimana ya. Ya enggak mau sih sebenernya, enak disini walaupun kumuh," kata Sairin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.