Saksi Beberkan Dampak Negatif Cuitan Ahmad Dhani Soal Ahok

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Ahmad Dhani saat ditemui dalam peluncuran album terbaru Mulan Jameela bertajuk 99 Vol 2 Patience di Plaza Semanggi, Jakarta, 02 Mei 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Musisi Ahmad Dhani saat ditemui dalam peluncuran album terbaru Mulan Jameela bertajuk 99 Vol 2 Patience di Plaza Semanggi, Jakarta, 02 Mei 2018. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Danick Danoko, salah satu saksi perkara ujaran kebencian via Twitter dengan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo, menyampaikan dampak negatif dari cuitan Dhani tentang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Menurut Danick, akibat cuitan Dhani itu dia ketakutan pada saat mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak khas simbol pendukung Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

    "Saya mahasiswa. Kalau di kampus, sering ditanya 'Lu ngapain sih pilih dia (Ahok) kan dia penista agama'. Ada komentar-komentar negatif seperti itu," kata Danick dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 21 Mei 2018.

    Saksi lain yang dihadirkan adalah Jack Lapian, yang juga pelapor kasus ini. Baik Jack maupun Danick Danoko adalah aktivis Bersih, Transparan dan Profesional (BTP) Network, kelompok pendukung Ahok.

    Danick menjelaskan bahwa dia mendapat banyak pertanyaan yang menyudutkan dirinya setelah cuitan Ahmad Dhani. Muncul juga intimidadi dari kelompok lain pada saat dia mengenakan baju kotak-kotak tersebut. Dia juga mengaku takut mengenakannya sendiri di ruang publik, terutama pada saat masa kampanye.

    Ahmad Dhani menjadi terdakwa perkara ujaran kebencian terhadap Ahok via Twitter setelah dilaporkan Jack Lapian. Jack mengadukan Dhani ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017, sebelum Ahok dinyatakan kalah.

    Sidang pertama Ahmad Dhani digelar pada Senin, 16 April 2018, setahun setelah dilaporkan mengujar kebencian terhadap Ahok. Jaksa Penuntut Umum Dedyng Wibianto Atabay menilai Dhani melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.