Selasa, 16 Oktober 2018

Cerita Keluarga Soal Pria Bunuh Diri di Depok Mau Pulang ke Istri

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pisau lipat. Pixabay.com

    Ilustrasi pisau lipat. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Depok -Keluarga YR yang ditemukan tewas bunuh diri di toilet SPBU Jalan Kartini Kota Depok tidak memiliki firasat tentang kematian korban.

    “Malah masih sempat buka bersama keluarga sebelum meninggal“ ujar ayah korban yang menolak disebut namanya itu saat ditemui Tempo di Kampung Serap Kota Depok Rabu 13 Juni 2018.

    Baca : Pria Bunuh Diri di Toilet, Polisi Depok Periksa Rekaman CCTV SPBU

    Menurut dia YR malah telah mengagendakan untuk pada Lebaran ini ingin mengajak anak dan istrinya ke Bandung. “Ingin bertemu saya makanya mau mudik ini malah saya yang kunjungi dia” ucap pria paruh baya itu dengan nada sedih.

    Dia menjelaskan bahwa YR memang sudah rutin minum obat karena mengalami gangguan kejiwaan. Sudah sempat melakukan hal yang sama tapi waktu itu berhasil ditolong. “Udah agak baik sejak minum obat tapi empat bulan terakhir ini malah berhenti karena alasan sudah baikan“ paparnya.

    YR sempat menyampaikan kepada istrinya bahwa dia sudah ingin pulang. Hal itu diucapkan beberapa hari yang lalu. “Mungkin itu tanda-tandanya ya“ tutur dia.

    Sebelumnya seorang pria ditemukan tewas di Toilet SPBU Kawasan Stasiun Depok Lama, Selasa malam. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok Komisaris Bintoro menyampaikan pria itu ditemukan setelah warga merasa curiga pada salah satu kamar mandi SPBU yang tertutup cukup lama. 

    “Sekitar pukul 21.00 orang-orang sudah curiga dan sempat diketok-ketok. Pas dibuka korban sudah tergeletak," ujar Bintoro kepada Tempo, Rabu, 13 Juni 2018. 

    Dugaan awal polisi, pria ini bunuh diri dengan melukai lehernya sendiri. “Dia memang menyayat atau menusuk, melukai dirinya sendiri begitu," tutur Bintoro. Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV SPBU, polisi memastikan tak ada orang lain yang masuk ke dalam kamar mandi tersebut selain korban.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.