Ngobrol dengan Menteri Rini, Sandiaga Uno Curhat Soal Birokrasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menghadiri kegiatan lari pagi Antam Gold Run 5.0 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Sabtu, 7 Juli 2018. TEMPO/Zara Amelia

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menghadiri kegiatan lari pagi Antam Gold Run 5.0 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Sabtu, 7 Juli 2018. TEMPO/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bertemu dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dalam acara Antam Gold Run 5.0 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Sabtu, 7 Juli 2018. Sandiaga mengungkapkan hal yang dibahas dirinya dan Rini ketika keduanya bertemu tersebut.

    Menurut Sandiaga Uno, salah satu hal yang paling banyak dibahas adalah soal sulitnya proses birokrasi dalam pembangunan di Jakarta.

    "Tadi ngobrolin banyak banget, salah satunya adalah bagaimana kinerja kami lebih sinergis ke depannya karena kita tahu BUMN punya beberapa proyek strategis DKK Jakarta dan itu ingin kita percepatan akselerasinya," kata Sandiaga di lokasi.

    Baca : Kawasan Kali Besar Berbenah Jadi Cantik, Dimulai Ahok dan Dibuka Sandiaga Uno

    Sandiaga Uno mengaku cukup terganggu dengan lama dan sulitnya proses birokrasi yang menyebabkan lambatnya proses birokrasi. Oleh karena itu, Sandiaga meminta Rini untuk memangkas proses birokrasi yang bertele-tele.

    "Saya gemes banyak sekali birokrasi antara Pemprov DKI dan BUMN yang membuat lambat, jadi saya tadi meminta Bu Menteri kalau bisa Minggu depan duduk, dobrak semuanya, diputusin semuanya," kata Sandiaga menjelaskan

    Sandiaga Uno mengatakan, proses birokrasi antara swasta dan Pemprov DKI terlalu sulit dan lama. Padahal, banyak BUMN yang tertarik untuk ikut serta dalam proyek-proyek yang tengah digagas Pemprov DKI. Menurut Sandiaga, sebenarnya kesepakatan antara kedua pihak tersebut bisa segera diselesaikan dengan cepat.

    "Misal kita buat keputusannya di lapangan basket, pas lari seperti ini, dan langsung bisa tereksekusi, enggak banyak pembahasan, itu yang jadi satu PR besar," kata Sandiaga Uno lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.