Kamis, 20 September 2018

Ledakan Dekat Polres Metro Jakarta Selatan, Begini Kata Saksi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi terjadinya ledakan di Ruko Grand Wijaya Center, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi terjadinya ledakan di Ruko Grand Wijaya Center, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ledakan di Ruko Grand Wijaya Centre yang bersebelahan dengan Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan pada Kamis dinihari disaksikan dua orang yang tengah melintas. Ledakan diperkirakan terjadi pukul 04.20 WIB.

    Begitu mendengar suara ledakan keras itu, mereka langsung mendatangi lokasi kejadian di Blok F Nomor 36, Ruko Grand Wijaya Centre, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

    "Saksi melihat keadaan gedung berantakan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Jupan Royter dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca: Ledakan Dekat Polres Metro Jakarta Selatan, 3 Ruko Rusak

     Kedua saksi, kata Jupan, juga melihat tiga orang turun dari gedung yang meledak. Setelah itu, saksi menuju ke kantor Polres Jakarta Selatan untuk melaporkan insiden tersebut.

    Jupan menuturkan tiga ruko dan satu mobil pribadi rusak akibat ledakan. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu.

    Hanya, satu orang yang sedang melintas di depan ruko mengalami luka di kaki karena terkena serpihan kaca.

    Baca: Polisi Temukan Sumber Bunyi Ledakan di Sidang Aman Abdurrahman

    Ledakan terjadi karena kebocoran tabung gas 12 kilogram. Hingga kini, polisi masih menyisir lokasi kejadian.

    Pagi tadi, Gubernur DKI Anies Baswedan juga mendatangi lokasi ledakan yang bersebelahan dengan Polres Metro Jakarta Selatan itu.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.