Penembakan Herdi di Pejagalan, Polisi: Motifnya Persaingan Bisnis

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan karangan bunga untuk korban penembakan orang tak dikenal, Herdi, di Rumah Duka Jelambar, Jelambar Baru, Grogol, Jakarta Barat, pada Senin, 23 Juli 2018. Tempo/Adam Prireza

    Deretan karangan bunga untuk korban penembakan orang tak dikenal, Herdi, di Rumah Duka Jelambar, Jelambar Baru, Grogol, Jakarta Barat, pada Senin, 23 Juli 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta –  Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penembakan terhadap Herdi dilatarbelangi masalah bisnis. Polisi telah menangkap tiga pelaku yang terlibat dalam penembakan Herdi di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, pekan lalu.
     

    "Ketiganya telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penembakan Herdi," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat, 27 Juli 2018.

    Herdi adalah pengusaha dan pembuat dokumen kapal. Dia tinggal di Jalan Jelembar Fajar, Gang Code, Nomor 7D RT 002/RW 07, Penjaringan, bersama istri dan empat anaknya. Dia ditembak dua kali di dekat gang rumahnya tak lama setelah turun dari mobil.

    Argo mengatakan ketiga tersangka mempunyai peran masing-masing untuk membunuh korbannya. Namun, Argo belum mau merinci peran ketiga tersangka yang diminta untuk menghabisi nyawa Herdi.

    "Besok kami rilis ya, untuk perannya."

    Seorang saksi mata mengatakan, pelaku yang menembak Herdi memiliki ciri berambut cepak. Sedangkan satu pelaku lagi mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX abu-abu untuk menjemput eksekutor.

    Simak juga: 1 Orang Ditangkap Kasus Tembak Mati di Pejagalan, Motifnya?

    Pengusutan kasus penembakanini telah diserahkan ke Polda Metro Jaya karena dianggap menonjol dan mendapat perhatian dari Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis.

    "Mungkin (pengusutan kasusnya) butuh pengaman yang ekstra juga, ya," kata Kepala Polres Jakarta Utara, Komisaris Besar Reza Arief Dewanto menjelaskan kasus penembakan di Pejagalan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.