Jumat, 16 November 2018

Duh, LRT Jakarta Akhirnya Gagal Ikut Asian Games

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Stasiun LRT Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 Agustus 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Suasana di Stasiun LRT Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 Agustus 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) telah menyatakan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta tidak akan  digunakan untuk moda transportasi Asian Games. Pernyataan berbarengan dengan uji operasi kereta LRT Jakarta yang mundur lagi, Jumat 10 Agustus 2018.

    Baca:
    Izin Belum Turun, Uji Coba Operasi Kereta LRT Jakarta Mundur

    “Kemungkinan besar memang tidak digunakan," kata Direktur Media dan Public Relation INASGOC Danny Buldansyah, Sabtu 11 Agustus 2018.

    Danny berdalih bukan karena keterlambatan kesiapan LRT Jakarta. Tapi hasil simulasi menggunakan bus menganggap perjalanan atlet dari wisma ke venue-venue pertandingan lebih efektif. "Dijemput di depan Wisma Atlet, sampai langsung ke venue, enggak ada jalan kaki lagi," ucap Danny.

    Pernyataan itu mengukuhkan apa yang sudah disampaikan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono pada Juli lalu. Dia menyebut pengoperasian LRT Jakarta pada Agustus nanti sebagai bonus. “Sementara ini, kami sudah enggak masukkan LRT untuk Asian Games," kata Bambang.

    Baca:

    Wawancara Direktur Proyek LRT Jakarta: Belum Rampung Tapi ... 

    Saat itu, Minggu 15 Juli 2018, Bambang usai menjajal kereta di Stasiun Kelapa Gading Boulevard. PT Jakarta Propertindo atau Jakpro mengestimasi progres pembangunan fisik hingga saat itu baru mencapai 75 persen. Separuhnya difokuskan pada depo di Jalan Pegangsaan, Jakarta Utara.

    Sejatinya Kereta LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading sejauh 6 klometer disiapkan untuk menunjang perhelatan  Asian Games 2018. Rute sejauh 6 kilometer itu meliputi dua venue yakni arena balap sepeda Velodrome dan arena pacuan kuda Equestrian serta tiga stasiun lainnya.

    Pada 15 Juli 2018 kondisi fisik di masing-masing stasiun belum selesai sepenuhnya. Kondisinya tak berubah banyak Sabtu 11 Agustus 2018. Hampir seluruh bagian fisik masih berupa cor beton dan belum ditutup dengan cat maupun lantai keramik. Fasilitas pengamanan berupa ramp tangga serta pagar pembatas titik penumpang dengan rel kereta pun belum terpasang.

    Baca juga:

    Panitia Sudah Ragu LRT Jakarta Bisa Dipakai untuk Asian Games

    Menanggapi perkembangan itu semua Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan balik mempertanyakan tujuan awal LRT Jakarta untuk Asian Games. Padahal dia tercatat pernah meminta Jakpro mempercepat pekerjaan pada Februari lalu agar fasilitas saat pesta olahraga Asia itu digelar Agustus nanti.

    "Itu yang saya tanya semua pada aparat, ini ceritanya apa bangun LRT untuk Asian Games?," kata Anies Baswedan di kawasan Monas, Sabtu 11 Agustus 2018. Dia menambahkan, “Ngapain atlet ke mal?"


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.