Jumat, 21 September 2018

Demonstrasi, Puluhan Konsumen Apartemen Tuntut Refund 100 Persen

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi demo/unjuk rasa. Toulousestreet.com

    Ilustrasi demo/unjuk rasa. Toulousestreet.com

    TEMPO.CO, Tangerang – Sebanyak 85 konsumen Apartemen K2Park Karawaci menuntut uang kembali seratus persen. Mereka menyatakan tak bisa menunggu lebih lama lagi karena sejak dibeli empat tahun lalu unit apartemen belum juga terbangun.

    Baca:
    Demonstrasi Konsumen Apartemen, Negosiasi Via Video Buntu

    Puluhan konsumen itu menggeruduk kantor pemasaran apartemen itu di Ruko Paramount Blitz, Jalan Raya Kelapa Dua Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Jumat 14 September 2018. Mereka mendesak pengembang, PT Prioritas Gading Indonesia, mengembalikan uang yang sudah disetorkan yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

    Koordinator lapangan aksi demonstrasi konsumen, Sujadi Taslim, konsumen sudah menunggu sejak pembelian unit apartemen K2Park yang dipasarkan pada 2014. Bersamanya terdata 100-an orang yang menjadi korban apartemen mangkrak itu.

    Mereka datang bukan hanya dari Jabodetabek. Tapi berbagai kota lain seperti Samarinda, Makassar, Medan dan Surabaya.

    Baca:
    Kasus Prostitusi, Wali Kota Depok Didesak Cabut izin Apartemen

    Johanes warga Jakarta Barat, misalnya. Dia mengatakan sudah terlanjur melunasi satu unit apartemen seharga Rp 461 juta. Ada juga Jansen warga Jakarta Utara yang membayar untuk lima unit sekaligus.

    “Ini menjadi korban karena niat menolong saudara yang bekerja di agen properti, ternyata empat tahun belum dibangun," kata Jansen seorang pengusaha resto.

    Lusi, juga dari Jakarta Barat, mengaku membutuhkan uangnya kembali untuk biaya pengobatan anaknya. Dia melampirkan data medis untuk mendapat prioritas pengembalian dari pengembang.

    Baca:
    Jadi Tersangka, Konsumen Pulau Reklamasi Merasa Dikriminalisasi

    “Saya kirim hasil MRI, tapi manajemen jawab bantu doa, doa sudah pasti, tapi itu bukan jawaban karena doa mereka tidak bisa buat bayar dokter,” kata Lusi.

    Hingga sore hari , para konsumen masih bertahan di depan kantor pemasaran PT Prioritas Gading Indonesia. Belum ada keterangan dari manajemen pengembang apartemen tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.