Heboh Video TKA Cina Ukur Tanah di Bekasi, Ini Kata Adhi Karya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 17_ekbis_LRTBekasi

    17_ekbis_LRTBekasi

    TEMPO.CO, Bekasi - PT Adhi Karya membantah tenaga kerja asing atau TKA Cina yang kedapatan mengukur tanah di Jatimulya, Bekasi adalah karyawannya. Beberapa orang berseragam biru berkewarganegaraan Cina itu ditemukan berada sekitar sekitar proyek depo LRT, Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

    Baca: Pengakuan Pembuat Video Viral TKA Cina yang Ukur Tanah Proyek LRT

    Video TKA asal Cina itu viral di media sosial setelah direkam oleh warga setempat. Video viral itu memperlihatkan beberapa warga asing asal Cina melakukan kegiatan pengukuran tanah di sekitar proyek depo Light Rail Transit (LRT) Jatimulya.

    Dalam video tersebut, WNA Cina itu ditanyai oleh warga setempat namun mereka tak dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

    Baca: Video Viral TKA Cina Ukur Tanah di Bekasi, Polisi: Salah Lokasi

    Corsec PT Adhi Karya Ki Syahgolang menduga pekerja asal Cina tersebut bekerja untuk proyek Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC). Letak proyek kereta cepat berada di sisi selatan tol Jakarta-Cikampek atau berseberangan dengan lahan yang dipakai untuk LRT.

    "Mungkin dapat ditanyakan ke pihak lain perihal tersebut," Kata Ki Syahgolang (Corsec ADHI) saat dikonfirmasi Tempo pada Selasa, 18 September 2018.

    Ki Syahgolang tak mengetahui keperluan pekerja asal Cina di lokasi yang bakal dibangun depo LRT tersebut.

    Baca: Menjajal Uji Coba LRT untuk Umum, Emak-Emak Ketagihan

    Keberadaan empat orang TKA asal Cina pada 5 September 2018 itu mengundang perhatian warga setempat. Apalagi situasi di lokasi sedang memanas, karena warga terancam digusur untuk depo LRT Jatimulya. Pengurus RT setempat, Karta Sitepu mengatakan, empat orang TKA tak bisa diajak komunikasi dengan bahasa Indonesia dan Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.