Wali Kota Jakbar Keluhkan Kampanye Pileg Bisa Bikin Semrawut Kota

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik sejumlah wali kota Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu, dan pejabat tinggi DKI di Balai Kota Jakarta, 5 Juli 2018. Wali Kota Jakarta Pusat diisi Bayu Megantara, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi,  Wali Kota Jakarta Utara Syamsudin Lologoa, dan Bupati  Kepulauan Seribu Husien Murad. Tempo/Amston Probel

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik sejumlah wali kota Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu, dan pejabat tinggi DKI di Balai Kota Jakarta, 5 Juli 2018. Wali Kota Jakarta Pusat diisi Bayu Megantara, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi, Wali Kota Jakarta Utara Syamsudin Lologoa, dan Bupati Kepulauan Seribu Husien Murad. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta -Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi beranggapan model kampanye calon legislatif (caleg) untuk pemilihan umum 2019 masih menggunakan cara tradisional.

    "Kampanyenya masih tradisional, pasang gambar, pasang bendera padahal sudah ada alat-alat, tinggal seperti apa kampanyenya yang paling efektif," ujar Wali Kota Rustam Effendi di Jakarta, Sabtu, 29 September 2018.

    Baca : Buat Penyegaran dan Percepatan, Anies Baswedan Rotasi 16 Pejabat

    Penegasan tersebut menanggapi aturan pemasangan atribut kampanye, dan menurut Rustam kampanye tradisional membuat semrawut wajah kota.

    Rustam mengatakan, beberapa jalan tertentu telah ditetapkan sebagai area wajib steril dari atribut kampanye calon anggota legislatif.

    "Ada jalan-jalan tertentu yang tidak boleh ada atribut kampanye, misalnya Jalan Letjen S Parman, itu (atribut) akan kita posisikan, kita konsekuen dengan aturan," dia menegaskan.

    Rustam menyarankan, para calon anggota legislatif bisa berkampanye dengan lebih kreatif memanfaatkan kekuatan dukungan dunia maya.

    "Kan masih ada yang lebih canggih, pake Whatsapp aja juga sudah jadi kampanyenya," ujar dia.

    Simak juga : Polisi Sebut 4 Tersangka Diduga Pengedar Ekstasi di Pesta Lajang

    Sementara untuk mengantisipasi banyaknya sampah visual di wilayah Jakarta Barat selama masa kampanye, Rustam mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Polisi Pamong Praja dan Bawaslu agar izin pemasangan atribut kampanye diperketat.

    Kepada para calon anggota legislatif, Wali Kota Rustam berpesan agar semuanya mengikuti aturan pemasangan atribut politik. "Tidak boleh ada pelanggaran, nanti partai sendiri yang akan terkena imbasnya," ujar dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.