Rabu, 17 Oktober 2018

Polisi Geledah Ruang Tahanan Ratna Sarumpaet, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna ditangkap polisi atas kasus penyebaran berita bohong atau <i>hoax</i> terkait dengan berita penganiayaan terhadap dirinya. TEMPO/Amston Probel

    Aktivis Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna ditangkap polisi atas kasus penyebaran berita bohong atau hoax terkait dengan berita penganiayaan terhadap dirinya. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi dikabarkan menggeledah sel Ratna Sarumpaet di ruang tahanan Polda Metro Jaya pada Ahad malam lalu. Penggeledahan itu dilakukan karena diduga Ratna membawa telepon genggam ke ruang tahanan.

    Baca: Jadi Tahanan, Pengacara: Ratna Sarumpaet Down

    Kuasa hukum Ratna, Desmihardi, membenarkan kabar itu. Menurut Desmihardi, kliennya diisukan telah mengunggah cuitan di akun twitter. Padahal isu itu tidak benar. "Karena itu digeledah," katanya, Senin, 8 Oktober 2018.  “Jangankan nge-tweet, handphone saja tidak boleh masuk karena di situ semua steril."

    Desmihardi mengatakan, sebelum dimasukkan ke ruang tahanan, Ratna telah digeledah lebih dulu oleh petugas. Karena itu petugas tidak bakal menemukan telepon selular di sel Ratna.

    Desmihardi tidak mengetahui secara langsung ihwal penggeledahan di sel Ratna itu. Ia mendapatkan cerita itu saat mengunjungi Ratna di ruang tahanan.

    Baca: Ratna Sarumpaet Ciptakan Hoax, Teman Terancam Penjara 6 Tahun

    Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka penyebar berita bohong terkait penganiayaan terhadap dirinya. Ia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak bertolak ke Cile pada 4 Oktober 2018. Ia dibawa ke Polda Metro Jaya dan dijebloskan ke ruang tahanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.