Selasa, 20 November 2018

PKL di Skybridge Tanah Abang Harus Bayar Retribusi, Besarannya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan Skybridge di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang,  pada Jumat, 28 September 2018. Tempo/Adam Prireza

    Pembangunan Skybridge di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, pada Jumat, 28 September 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan memastikan, pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak-lapak di skybridge Tanah Abang harus membayar biaya retribusi.

    Menurut Yoory, nominal retribusi masih dibahas oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Serta Perdagangan DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Pusat.

    Baca : 100 PKL Ditargetkan Buka Lapak di Skybridge Tanah Abang 15 Oktober 2018

    "Masih dibicarakan oleh UMKM dan wali kota," kata Yoory saat dihubungi, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Dia memaparkan, retribusi tersebut untuk membayar biaya keamanan. Ada juga biaya perawatan, kebersihan, dan penerangan skybridge yang ditanggung pedagang.

    Yoory berujar, skybridge Tanah Abang beroperasi pada 15 Oktober 2018. Meski begitu, pejalan kaki dan pedagang hanya bisa menggunakan jalan skybridge secara terbatas.

    Hingga kini, proses pembangunan skybridge mencapai 75 persen. Dia menyampaikan, PD Pembangunan Sarana Jaya baru membuka akses dari Stasiun Tanah Abang ke Blok G.

    Simak :

    Polisi Limpahkan Berkas Perkara Raja Kerajaan Ubur Ubur ke Kejaksaan

    Sementara jalan dari stasiun menuju Jalan Jatibaru Bengkel, Jakarta Pusat ditargetkan rampung 30 Oktober 2018. Karena itulah, menurut Yoory, baru sekitar 100 pedagang yang dapat berjualan di hari pertama pembukaan skybridge.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.