Jumat, 16 November 2018

Operasi Zebra di Bogor Jaring Jumlah Pelanggar Paling Tinggi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa kelengkapan surat sejumlah pengendara motor saat Operasi Zebra 2017 di kawasan Kebon Nanas, Jakarta, 1 November 2017. Tempo/Ilham Fikri

    Polisi memeriksa kelengkapan surat sejumlah pengendara motor saat Operasi Zebra 2017 di kawasan Kebon Nanas, Jakarta, 1 November 2017. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga hari ketiga Operasi Zebra Lodaya 2018, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor sudah menindak 3.862 pelanggar. Angka itu adalah yang terbesar di wilayah Polda Jawa Barat. 

    Baca juga:
    Hari Ini Operasi Zebra Dimulai, Polda Metro Kerahkan 1.670 Polisi

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, Ajun Komisaris Hasby Ristama, mengatakan, angka tersebut juga sudah langsung melebihi target operasi selama dua minggu. Operasi Zebra Lodaya 2018 telah digelar sejak 30 Oktober hingga rencananya 12 November 2018.

    “Jumlah pelanggar di Kabupaten Bogor ini paling tinggi se-Jawa Barat,” kata Hasby, Jumat 2 November 2018.

    Hasby mengatakan, target penindakan pelanggaran selama Operasi Zebra 2018 adalah sebanyak 2.436 pelanggar. Dengan jumlah pelanggar hingga hari ketiga operasi tersebut, Polres Bogor sudah melampaui 1.426 dari target.

    Baca:
    Penerobos Operasi Zebra Diancam Lima Pasal, Hukumannya...

    “Selain menindak pelanggar, kami juga melakukan teguran, hingga saat ini sudah 402 teguran yang kami berikan,” kata Hasby.

    Hasby enggan menyebutkan dominasi pelanggar yang terjaring dalam tiga hari pertama Operasi Zebra Lodaya 2018. Dia hanya mengatakan tujuan dari operasi tersebut adalah untuk menekan angka kecelakaan di Bumi Tegar Beriman.

    “Untuk rinciannya nanti akan disampaikan dalam ekspose sebelum berakhirnya operasi ini,” kata Hasby.

    Baca: 
    Sepeda Motor Paling Banyak Langgar di Operasi Zebra, Kenapa?

    Sementara itu, Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Andi M. Dicky menjelaskan akan melakukan sidak kendaraan yang melintas di wilayah Bogor. Terutama angkutan umum seperti angkot, bus, minibus, truk dan tronton.

    Pihaknya juga akan menyisir kendaraan Dinas yang tidak mengenakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) asli. “Polisi akan melakukan penindakan berupa sanksi administrasi seperti tilang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.