Kamis, 15 November 2018

Apa Kabar Ahok? Simak Kisahnya Jatuh Bangun Melawan 'Maling'

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Ahok, Nicolas Sean (empat dari kiri), berfoto dengan para pemeran film <i>A Man Called Ahok</i> dalam peluncuran <i>teaser</i> film tersebut di XXI Metropole Cinema, Jakarta, Kamis, 6 September 2018. Film ini dibintangi Daniel Mananta, Chew Kin Wah, Sita Nursanti, Denny Sumargo, Donny Damara, Eriska Rein, Ferry Salim, dan masih banyak lagi. TEMPO/Nurdiansah

    Putra Ahok, Nicolas Sean (empat dari kiri), berfoto dengan para pemeran film A Man Called Ahok dalam peluncuran teaser film tersebut di XXI Metropole Cinema, Jakarta, Kamis, 6 September 2018. Film ini dibintangi Daniel Mananta, Chew Kin Wah, Sita Nursanti, Denny Sumargo, Donny Damara, Eriska Rein, Ferry Salim, dan masih banyak lagi. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikenal dengan wataknya yang keras. Dengan cara itu dia memerintah dan menata Jakarta selama tiga tahun, sejak 2014-2017.

    Baca:
    A Man Called Ahok, Simak Perjalanan dari Buku Menjadi Film

    Dia sedang dalam kontestasi untuk kembali memimpin Jakarta dalam Pilkada 2017 lalu ketika tekanan massa membimbing hakim pengadilan Negeri Jakarta Utara menjebloskannya ke penjara. Ahok divonis bersalah untuk tuduhan penistaan agama dan menolak banding pada Mei 2017.

    Pemutaran film A Man Called Ahok pada Senin 5 November 2018, sebelum film tayang di bioskop tiga hari kemudian, mengungkap kalau watak keras Ahok sudah terbentuk di kampung halaman di Gantung, Belitung Timur. Film garapan sutradara Putrama Tuta itu mengambil satu fokus tentang hubungan Ahok dengan sang ayah, Tjoeng Kiem Nam.

    "Ini adalah cerita bagaimana ayah mendidik anaknya," kata Tuta dalam konferensi pers di Epicentrum XXI, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin, 5 November 2018.

    Baca juga:
    Ahmad Dhani Minta Tuntutan Tak Lebih Berat Daripada Ahok

    Warga menuliskan petisi dukungan untuk Ahok, dalam aksi tersebut warga Jakarta diajak, untuk menyerukan pendapatnya tentang, mana yang menurut mereka benar, Ahok atau DPRD. Jakarta, Bundaran HI, 1 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Dikisahkan di antaranya bagaimana Ahok yang diperankan Daniel Mananta sampai bertengkar dengan Tjoeng ketika menghadapi utang-utang perusahaan tambang milik keluarga itu. Ahok memaksakan meliburkan karyawan ayahnya untuk menutup selisih utang perusahaan tapi tidak disetujui.

    Ahok juga menolak tunduk kepada pejabat pemeras yang digambarkan dalam film sebagai 'maling' dan mafia perizinan. Sifat ini berbeda dengan Tjoeng.

    Baca juga:
    Anies Copot Dirut Transjakarta Pilihan Ahok

    Hingga kemudian Ahok melanjutkan memimpin perusahaan itu selepas Tjoeng meninggal. Ahok digambar berhadapan langsung dengan "maling". Tekadnya memberantas "maling" lalu membuatnya tak berpuas diri hanya dengan menjadi pengusaha.

    Ahok lantas terjun ke politik, sebagai anggota DPRD Belitung Timur. Namun, lagi-lagi tak cukup dan Ahok mencalonkan diri sebagai Bupati Belitung Timur dan terpilih.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.