Warga Temukan 1 Karung E-KTP Tergeletak di Lapangan Duren Sawit

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sejumlah e-KTP yang sempat tercecer di Jalan Salabenda, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini menjadi barang bukti di Polres Bogor guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, 28 Mei 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    sejumlah e-KTP yang sempat tercecer di Jalan Salabenda, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini menjadi barang bukti di Polres Bogor guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, 28 Mei 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Sektor Duren Sawit menerima laporan adanya temuan sekarung blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik alias E-KTP di lapangan di RT3 RW11 Jalan Bojong Rangkong, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu, 8 Desember 2018.

    "Yang menemukan dua anak kecil yang sedang main tadi siang jam dua kurang (sekitar 13.50 WIB)," kata Kepala Polsek Duren Sawit Komisaris Parlindungan Sutasuhut saat dihubungi, Sabtu 8 Desember 2018 soal temuan sekarung E-KTP itu.

    Baca : Blangko Diperjualbelikan, Ini Kata Pemalsu E-KTP di Jalan Pramuka

    Sutasuhut mengatakan sebagian E-KTP tersebut sudah kedaluarsa dan sebagian lagi ada yang masih aktif. Saat ini, kata dia, E-KTP tersebut telah diserahkan warga ke Polsek Duren Sawit. "Semuanya E-KTP asli."

    Sutasuhut menuturkan seluruh E-KTP tersebut pemiliknya berdomisili di Kelurahan Pondok Kelapa. Menurut dia, e-KTP tersebut kemungkinan berasal dari warga yang ingin memperpanjang.

    Simak pula :
    Pembunuhan Ciktuti, Polisi Butuh Keterangan Dua Saksi Ahli Ini

    Sebabnya, kata dia, seluruh E-KTP tersebut terdapat masa berlakunya. "Yang sekarang kan seumur hidup. Jadi dugaan kami itu E-KTP bekas warga yang mau buat baru," ujarnya. "Yang ditemukan tidak ada blangko yang kosong."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.